
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi aksi protes kafe dan restoran di Jalan Tunjungan soal omzet turun sejak larangan parkir TJU. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi aksi protes yang dilakukan kafe dan restoran di Jalan Tunjungan. Mereka mengaku omzet turun drastis pasca penerapan kebijakan larangan parkir Tepi Jalan Umum (TJU).
Dari pantauan JawaPos.com, lebih dari 10 toko usaha, baik kafe maupun restoran di Jalan Tunjungan yang melakukan aksi protes. Mereka memasang stiker kuning bertuliskan 'Save Tunjungan' dan 'Satu Tujuan, Satu Tunjungan'. "Kalau itu (aksi protes resto dan kafe di Jalan Tunjungan karena omzet menurun) tidak semuanya ya. Bahkan (kawasan wisata) Tunjungan masih tetap ramai," ujar Eri Cahyadi kepada JawaPos.com di Balai Kota, Rabu (20/8).
Selain membantah isu penurunan omzet, Eri kembali menegaskan bahwa larangan parkir TJU di Jalan Tunjungan diberlakukan demi mengurai kemacetan lalu lintas, yang selama ini dikeluhkan masyarakat. "Bahkan mungkin bisa ditanyakan, resto ini jauh lebih indah ketika tidak ada parkir tepi jalan umum, sehingga orang-orang bisa lebih menikmati (suasana di kawasan Jalan Tunjungan)," imbuhnya.
Terkait lokasi parkir, masyarakat tidak perlu khawatir. Eri menyebut Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan banyak kantong parkir di beberapa sudut kawasan Tunjungan. Hingga saat ini, ada tujuh kantong parkir resmi di kawasan Tunjungan, di antaranya di UPTSA Siola, Tunjungan Electronic Center, Jalan Tanjung Anom, Jalan Genteng Besar, Jalan Kenari, Ex Kantor BPN.
"Ada di sebelah Siola (TEC), ada di dalam Siola, ada di bekas kantor BPN. Ada banyak titik parkir yang sudah kita siapkan dan tidak jauh (dari pertokoan di Jalan Tunjungan). Jadi jangan khawatir kalau parkir," seru Eri.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya melarang Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) di sepanjang Jalan Tunjungan demi mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan warga. Kebijakan ini berlaku per 1 Agustus 2025. Namun, belum genap sebulan, larangan parkir di Jalan Tunjungan menuai protes dari pemilik kafe dan restoran. Mereka mengaku serba sulit karena omzet usaha terus menurun sejak kebijakan diberlakukan.
Salah satunya adalah Thirty Three. Perwakilan karyawan, Novendi Abdul Razak menjelaskan bahwa pemasangan stiker tersebut adalah bentuk solidaritas sesama outlet yang terdampak kebijakan larangan parkir TJU. "Stiker itu yang di luar itu aksi solidaritas sesama outlet Tunjungan, karena sejak diterapkan kebijakan parkir, itu memengaruhi omzet dan flow kafe, penurunannya sekitar 30 persen," ujar Novendi kepada JawaPos.com, Selasa (19/8).
Menurutnya, kebijakan larangan parkir TJU memiliki sisi positif, karena Jalan Tunjungan kini bebas kendaraan di tepi jalan, sehingga membuat suasana lebih rapi, tertata, dan mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan. "Tapi minusnya omzet menurun, mungkin beberapa customer nggak mau jalan sedikit jauh ya. Biasanya kan dulu pas ada parkir di depan, tinggal parkir langsung (masuk kafe)," tukas barista tersebut. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
