Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 01.49 WIB

Orang Tua Anak Telantar di Kebomas Gresik Diduga Lakukan Penipuan, Polisi Tunggu Laporan Korban

Anak-anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya di Yosowilangun, Kebomas, Kabupaten Gresik saat disambangi Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin. (Galih/Jawa Pos) - Image

Anak-anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya di Yosowilangun, Kebomas, Kabupaten Gresik saat disambangi Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin. (Galih/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kasus penelantaran anak di wilayah Desa Serembi, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik menarik perhatian masyarakat. Kini, ibu dari anak-anak itu juga tengah diselidiki terkait dugaan penipuan. 

Banyak pihak yang bersimpati atas nasib 5 bocah telantar itu. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang menyayangkan tindakan orang tua korban yang tega meninggalkan buah hatinya.

Dugaan ulah tak terpuji orang tua berinisial S itu ramai diperbincangkan di media sosial. Tak hanya soal dugaan penelantaran, melainkan juga penipuan uang senilai jutaan rupiah. Termasuk memindahtangankan kendaraan bermotor tanpa sepengetahuan pemilik. 

"Kami membuka ruang bagi para korban untuk segera melapor. Sebagai dasar melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kasi Humas Polres Gresik AKP Hepi Musih Riza.

Jumlah pasti korban maupun kerugian yang ditimbulkan ibu 5 anak itu belum bisa ditaksir. Pasalnya, hingga Selasa (19/8), belum ada pihak yang melapor atas tuduhan tersebut.

"Namun, yang bisa dipastikan para anak-anak yang ditelantarkan itu sudah ditangani dinas terkait, jika dibutuhkan," ungkapnya.

Pihaknya pun berkomitmen memberikan pendampingan konseling maupun hukum jika dibutuhkan. Termasuk memberikan layanan kedaruratan lainnya. "Sudah menjadi atensi pimpinan. Sehingga, tetap akan kami pantau perkembangannya," pungkasnya. 

Sebelumnya, lima bersaudara di Kebomas, Kabupaten Gresik menjadi sorotan karena harus menjual perabotan untuk menyambung hidup. Anak-anak itu diduga ditelantarkan oleh orang tuanya, dalam hal ini ibunya. 

Kelima anak itu, tiga laki-laki dan dua perempuan, tinggal di sebuah kontrakan di Kebomas, Gresik. Yakni ES (21), AN (19), DE (13), KI (11) dan CE (3).

Dua anak yang sudah masuk usia dewasa dipekerjakan di Desa Yosowilangun untuk membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anak pertama dan kedua itu hanya lulusan SMP.

Sedangkan tiga anak lainnya dibawa ke Rumah Aman milik Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBP3A) Gresik.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore