Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 01.36 WIB

Khawatir Anak Tiru Adegan Kekerasan, Pemkot Surabaya Dukung Larangan Game Roblox

Kadispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh. Dispendik Surabaya akan memberikan seragam gratis kepada siswa dari keluarga kurang mampu setelah MPLS. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kadispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh. Dispendik Surabaya akan memberikan seragam gratis kepada siswa dari keluarga kurang mampu setelah MPLS. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menyoroti permainan (Game) Roblox, yang tengah populer di kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. 

Permainan daring tersebut dinilai sarat akan adegan kekerasan, yang dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti pun melarang anak-anak bermain Roblox.

"Kalau sudah dilarang dari pemerintah, kita kan mesti melanjutkan konten isinya. Kalau memang (di Roblox) ada banyak kekerasan, itu (tidak baik)," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.

Ia khawatir usia anak-anak, terutama yang masih duduk di bangku TK hingga Sekolah Dasar itu akan mencontoh adegan-adegan perkelahian, berkata kasar, hingga kekerasan yang ada dalam game Roblox.

"Anak SD itu kan mudah mencontoh, mudah mempraktekan (adegan-adegan dalam game, termasuk Roblox). Nah ini yang butuh perhatian khusus, bagaimana agar anak ini memanfaatkan teknologi secara sehat," imbuhnya.

Yusuf menegaskan pihaknya tidak melarang anak bermain game, namun orang tua dan sekolah perlu berkolaborasi mengawasi aktivitas anak agar seimbang antara hiburan dan pendidikan di era digital yang berkembang pesat.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak bisa dihindari dan berjalan berdampingan dengan manusia. Anak perlu mengenal teknologi agar tidak tertinggal, sehingga saat dewasa mereka siap menghadapi tantangan digital masa depan.

"Karena itu diarahkan lah ke digital yang sehat. Mulai dari waktunya, kapan harus buka (teknologi digital), serta konten apa yang boleh dan tidak boleh ditonton. Itu kita (Disdik) sosialisasikan sejak dini," terang Yusuf.

Kadispendik Surabaya berharap orang tua atau wali murid aktif mengawasi penggunaan ponsel anak, sehingga terwujud sinergi pengawasan efektif antara sekolah dan keluarga demi perkembangan anak yang positif.

"Anak adalah aset penting bagi masa depan, saya berharap ada sinkronisasi antara pengajaran yang didapat di sekolah dan ketika anak di rumah. Mari kita mengusahakan yang terbaik bagi anak," tukas Yusuf. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore