Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berswafoto bersama para siswa. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Artificial Intelligence (AI) tak bisa dimungkiri kini telah hadir dalam kehidupan sehari-hari alias hidup berdampingan dengan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan.
Melihat fenomena ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak para guru agar mengikuti perkembangan teknologi AI dan mulai mengadopsinya sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
“Sehebat apapun mesin, tanpa adanya data yang kita masukkan ke situ (AI), itu tidak akan akurat. Jadi, manfaatkan teknologi itu untuk mengajar para murid. Karena mau tidak mau, kita sudah loh (berdampingan dengan AI),” tutur Eri, Sabtu (28/6).
Hal tersebut Eri sampaikan saat menghadiri pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 2 Tahun 2024 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), baru-baru ini.
Wali Kota Eri kemudian menyampaikan data dari Forum Ekonomi Dunia 2025, menunjukkan bahwa 71 persen guru di dunia menilai AI berperan penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa.
“Maka dari itu, mau tidak mau AI harus kita manfaatkan, kan tidak mungkin nanti panjenengan (anda para guru) ketinggalan dengan anak-anak kita. Kita harus mengupgrade diri kita ke arah digital,” imbuhnya.
Ajakan ini bukan karena tanpa alasan. Selain perkembangan teknologi, Eri mengingat bahwa guru berperan memiliki peran besar dalam pembangunan sebuah kota. Tanpa peranan guru, kota tidak akan pernah menjadi hebat.
“Seperti Surabaya saat ini, tidak akan pernah menjadi hebat, tidak pernah menjadi kuat, tanpa adanya seorang guru yang luar biasa di titik kota ini. Karena tanpa seorang guru, saya juga tidak akan pernah bisa mengubah Surabaya menjadi lebih baik seperti saat ini,” tutur Eri.
Ia menyebut permasalahan di perkotaan tidak akan pernah bisa diselesaikan tanpa campur tangan seorang guru. Karena itu, pembangunan Kota Surabaya butuh melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tenaga pendidik.
Wali Kota Eri berharap para guru melek teknologi dan mampu memanfaatkan AI sebagai sarana pembelajaran, demi mendorong perubahan positif dan kemajuan Surabaya di masa mendatang.
"Maka adanya teknologi itu bisa dijadikan kekuatan besar dan harus dikolaborasikan dengan para guru sehingga bisa lebih cepat dalam menyampaikan pembelajarannya,” seru Wali Kota Surabaya dua periode ini. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
