
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan wisuda SD-SMP Negeri Surabaya sudah dilarang sejak 2015. (Humas Pemkot Surabaya).
JawaPos.com - Menjelang pergantian tahun ajaran sekolah, penyelenggaraan wisuda kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Tidak sedikit orang tua murid yang merasa terbebani dengan tradisi ini.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) melarang wisuda bagi SD-SMP negeri. Kebijakan ini bahkan telah diberlakukan sejak 2015 lalu.
"Kalau di sekolah negeri sudah saya, istilahkan 'haramkan' untuk wisuda. Sudah tidak boleh lagi ada wisuda di SD dan SMP Negeri ketika itu meminta biaya kepada muridnya," tutur Eri di Surabaya, Rabu (14/5).
Dengan kebijakan larangan wisuda, Eri ingin mengajak kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk peduli dengan orang-orang disekelilingnya. Ia tak menampik mahalnya biaya wisuda membebani finansial orang tua murid.
"Tidak semua anak mampu secara ekonomi untuk ikut merayakan kelulusan dengan wisuda," imbuh Eri yang kembali terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Menurutnya, wisuda memang menjadi momen yang ditunggu sebagian siswa di akhir masa sekolah. Namun, euforia kelulusan tersebut bukanlah inti dari tujuan pendidikan yang sebenarnya.
"Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan karakter terbaik. Itu yang selalu saya katakan, jangan pernah menggunakan wisuda sebagai alasan (sekolah meminta iuran)," ujar Wali Kota Eri.
Di sisi lain, di jenjang pendidikan SMA/SMK negeri sederajat, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) larangan wisuda atau purnawiyata.
Tertuang dalam surat edaran nomor 000.1.5/1506/101.5/2025 yang ditandatangani pada 6 Maret 2025. Dalam regulasi tersebut, acara kelulusan siswa hanya boleh diadakan di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah juga dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan acara kelulusan siswa, serta tidak boleh memaksa siswa/siswi untuk mengenakan khusus, seperti jas atau kebaya. (*)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
