Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 05.11 WIB

Upaya Menyimpan Warisan Sejarah Jatim dengan Digitalisasi Manuskrip

Penggelan tulisan yang menjelaskan tentang makna gempa Aceh di dalam manuskrip kuno. - Image

Penggelan tulisan yang menjelaskan tentang makna gempa Aceh di dalam manuskrip kuno.

JawaPos.com -  Jatim kaya akan peninggalan sejarah. Namun sebagian jejak sejarah berupa manuskrip kuno itu belum sepenuhnya tersimpan rapi. Digitalisasi naskah kuno jadi solusi agar manuskrip tak rusak begitu saja.

Berdasar data dari Perpusnas RI, setidaknya ada 1.055 manuskrip kuno di wilayah Jatim. Ada naskah yang disimpan perseorangan. Namun tak sedikit pula dokumentasi tulisan yang diamankan di pondok pesantren (Ponpes).

Proses pengalihmediakan dilakukan secara bertahap. Yang sudah selesai ada 285 manuskrip. “Sesuai target, rencana tahun ini ada 50 manuskrip yang dialihmediakan. Ini sudah dimulai,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadisperpusip) Provinsi Jatim Tiat. S. Suwardi.

Dia mengatakan upaya pelestarian sebenarnya meliputi sejumlah hal. Itu dimulai dari identifikasi naskah yang ada di masyarakat, konservasi, restorasi, alih media, pendaftaran, pelayanan, dan pendayagunaan naskah untuk masyarakat. “Harapannya, nanti bisa jadi rujukan untuk ilmu pengetahuan,” tambah Tiat.

Adapun proses pelestarian memang tidak gampang. Sumbernya tidak hanya dalam negeri. Namun tim juga mencari ke luar negeri. Tiat mengatakan bahwa karya para ulama yang ada di Indonesia memang luar biasa. Melalui naskah kuno, telah banyak ulama dari berbagai negara dunia yang juga mendalami bagaimana pemikiran dan keilmuan para ulama nusantara.

Upaya digitalisasi manuskrip kuno digencarkan dalam tiga tahun terakhir. Meskipun prosesnya tak mudah. Sebab tak semua naskah dalam kondisi utuh. Ada yang harus direstorasi dulu sebelum diarsipkan secara digital. Ada pula narasumber yang tidak memberikan naskahnya untuk diarsipkan.

Saat ini digitalisasi naskah kuno terus dikebut. Dispusip Jatim sudah memetakan kantong-kantong naskah. Tinggal menggerakkan petugas ke lokasi. Dispusip juga melibatkan tokoh masyarakat untuk sosialisasi kebijakan. Itu juga untuk menggaet masyarakat agar bersedia membantu. (hen)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore