
Pengusaha Jan Hwa Diana (kanan) yang melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji ke Polda Jatim. (Novia Herawati/ JawaPos.com).
JawaPos.com - Pengusaha Jan Hwa Diana akhirnya buka suara terkait laporannya di Polda Jawa Timur yang menyeret nama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Kabar ini sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Ditemui awak media di kawasan Surabaya Barat, Diana membenarkan bahwa dirinya telah melaporkan Armuji ke polisi pada Kamis (10/4) sekitar pukul 19.30 WIB. Laporan itu berkaitan dengan pencemaran nama baik.
Laporan dari Diana tercatat dengan nomor LP/B/477/IV/2025/SPKT/Polda Jawa Timur. Di dalamnya, Armuji disangkakan Pasal 25 dan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.
"Spesifiknya karena (Armuji) memasang foto saya dan suami tanpa izin (di konten media sosial), menggiring opini publik yang menyebabkan kerugian material dan immaterial," tutur Diana, Jumat malam (11/4).
Perseteruan di antara keduanya bermula saat Armuji melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan milik Diana, CV SS yang berada di Pergudangan Margomulyo Suri Mulia Permai, Surabaya.
Armuji memutuskan untuk mendatangi CV SS setelah mendapat aduan dari salah seorang warga yang mengaku telah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, namun ijazahnya masih ditahan.
Sayangnya, kedatangan Armuji tak mendapat sambutan baik dari perusahaan. Tidak seorang pun dari CV SS yang menemuinya. Gerbang perusahaan berwarna biru juga tampak tertutup rapat.
Orang nomor dua di Surabaya itu lantas menelepon pemilik CV SS untuk mengklarifikasi dugaan penahanan ijazah milik mantan karyawan. Mulanya, Armuji menelepon suami Diana bernama Hendy.
Tidak mendapat jawaban dari Hendy, Armuji pun menelepon Diana. Di sini, Armuji telah memperkenalkan diri sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, namun Diana mengaku tak mengenal dan menuduh Armuji penipu.
Menanggapi hal tersebut, Diana menjelaskan bahwa jawaban tersebut reaksi spontan karena ia ditelepon dari nomor tak dikenal. Menurutnya sebagai pejabat, Armuji seharusnya mengirimkan surat undangan mediasi.
"Kita ini pengusaha, nomor telepon diketahui banyak orang. Namanya instansi pasti kasih surat undangan. Kalau tiba-tiba ditelepon tanpa ada surat pemberitahuan, dibentak-bentak. Ini nggak mediasi loh. Saya ini korban," seru Diana.
Hingga kini, perseteruan di antara keduanya belum mereda. Laporan dari Diana sedang didalami oleh Direktorat Siber Polda Jatim. Sementara Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji berencana melaporkan balik Diana.
"Iya, akan lapor balik. Insyaallah Minggu depan karena ini saya masih di Jakarta. Saya nggak masalah (dilaporkan ke Polda) dan siap hadir kalau dipanggil," tutur Armuji kepada JawaPos.com, Jumat (11/4). (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
