Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 22.26 WIB

ASN Surabaya Terapkan WFA, Pengamat UINSA: Bentuk Kepercayaan, tapi Perlu Evaluasi Kinerja

Ilustrasi: ASN di Surabaya yang mulai menerapkan WFA. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi: ASN di Surabaya yang mulai menerapkan WFA. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Andri Arianto turut menanggapi penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Meski menuai pro dan kontra di masyarakat, Andri menilai keputusan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang mengizinkan ASN bekerja secara WFA, sebagai bentuk kepercayaan seorang pemimpin kepada para pegawainya.

"Pemimpin yang mempercayai pegawainya untuk mengelola waktu dan pekerjaan mereka sendiri, fokus pada hasil dan produktivitas. Bukan hanya pada jam kerja atau lokasi fisik," tutur Andri, Selasa (25/2).
 
Baca Juga: Bawa Keberuntungan Sejak Kecil, Deretan Tanggal Lahir yang Bakal Miliki Masa Depan Cerah

Sejatinya, konsep Work From Anywhere (WFA) bukan hal baru. Istilah ini mulai mencuat sejak pandemi Covid-19. Pada saat itu, konsep bekerja di kantor tidak bisa dilakukan karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan (PPKM).

"Pandemi telah mengubah cara kita bekerja. Kegiatan yang seharusnya dilakukan di  kantor, terpaksa dilakukan dari dalam rumah (WFH). Seiring meredanya pandemi, muncul istilah baru WFA," terangnya.

WFA merupakan model kerja yang memberikan fleksibilitas bagi pegawai dalam bekerja. Tanpa terikat pada lokasi fisik tertentu, seperti kantor. Mereka dapat bekerja dari rumah, co-working space, kafe, hingga ruang publik.
 
Baca Juga: Ahmad Dhani ke Deddy Corbuzier: Agnez Mo Cuma Omon-omon di Podcast Lo

“Dan Wali Kota Surabaya menyambut baik WFA. Ini menunjukkan gaya kepemimpinan masa depan yang mencerminkan pandangan tentang bagaimana model kerja yang fleksibel dan berbasis teknologi," tutur Andri.

Namun, ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan Pemkot Surabaya agar penerapan WFA bisa optimal, tanpa mengganggu pelayanan publik. Pertama, memastikan bahwa WFA benar-benar bisa mengurangi biaya operasional.

"Kemudian melakukan evaluasi kinerja pegawai berbasis efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, WFA akan menciptakan Kota Surabaya lebih inklusif, humanis, adil, dan berkelanjutan,” tandas Andri. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore