Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 21.44 WIB

Surabaya Jadi Calon Destinasi Utama Wisata Kesehatan di Indonesia, Begini Alasannya

 

Sekertaris Dearah Kota Surabaya, Ikhsan saat memberi sambutan dalam FGD Pengembangan Medical Tourism di Kota Surabaya. (Instagram Bappeda Litbang Kota Surabaya)

 
 
 
JawaPos.com-Kota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan dalam bidang medical tourism di Indonesia.
 
Pengembangan sektor ini menjadi topik utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, rumah sakit, pelaku pariwisata, akademisi, dan sektor swasta di Surabaya, Minggu (29/12). 
 
 
Diskusi ini mencerminkan komitmen Surabaya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki, menjadikannya kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
 
Menurut Kementerian Kesehatan, wisata kesehatan di Indonesia mencakup dua aspek utama: medical tourism dan wellness tourism. Medical tourism berfokus pada layanan medis berkualitas tinggi bagi wisatawan, sementara wellness tourism lebih mengutamakan pengalaman relaksasi, kebugaran, dan pengobatan alternatif.
 
Di Surabaya, konsep ini semakin relevan mengingat ketersediaan rumah sakit bertaraf internasional, infrastruktur pendukung, serta berbagai pilihan destinasi wisata yang dapat melengkapi kebutuhan pasien selama proses pengobatan atau pemulihan.
 
Kota Pahlawan ini memiliki 66 rumah sakit umum dan khusus, yang terbagi dalam beberapa kelas dengan layanan unggulan masing-masing:
 
Kelas A (4 RS): Pusat spesialisasi seperti jantung terpadu, ginjal terpadu, kanker (radioterapi), sistem saraf, serta layanan bayi tabung dan kembar siam.
 
Kelas B (21 RS): Layanan terpadu untuk gigi dan mulut, onkologi, stroke, jantung, fertilitas, dan estetika.
 
Kelas C (34 RS): Fokus pada ortopedi, urologi, kardiologi, pencernaan, dan onkologi.
 
Kelas D (7 RS): Melayani spesialisasi ibu dan anak, obstetri, USG 4 dimensi, trauma center, dan rehabilitasi medis.
 
Keberadaan fasilitas kesehatan ini memungkinkan Surabaya memberikan layanan medis terbaik kepada pasien lokal maupun internasional.
 
Selain rumah sakit, Surabaya menawarkan infrastruktur lengkap untuk mendukung pengembangan medical tourism, seperti:
 
• 144 tempat spa dan 63 layanan kesehatan tradisional di puskesmas.
• 247 hotel dan 1.804 kafe untuk akomodasi pasien dan keluarga.
• 37 pusat perbelanjaan serta 27 kampung kreatif untuk mengisi waktu selama masa pemulihan.
• 3.067 restoran dengan berbagai pilihan kuliner yang mendukung kebutuhan nutrisi pasien.
 
Pasien yang datang ke Surabaya untuk pengobatan dapat menikmati berbagai destinasi wisata, diantaranya:
 
• Kota Lama Surabaya yang sarat akan sejarah.
• 16 museum untuk wisata edukasi.
• Taman Kota yang asri untuk relaksasi.
• Wisata Perahu Kalimas dan Mangrove yang menawarkan pemandangan alam memukau.
• Wisata religi dan heritage untuk pengalaman spiritual dan budaya.
 
Dengan segala potensi ini, Surabaya dapat menjadi pusat medical tourism yang kompetitif di Asia Tenggara. Namun, tantangan seperti penguatan koordinasi antar sektor, peningkatan kualitas layanan, dan kesinambungan program tetap menjadi perhatian utama.
 
Jika dikelola dengan baik, pengembangan medical tourism di Surabaya tidak hanya akan meningkatkan sektor kesehatan dan pariwisata, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. Surabaya memiliki semua elemen untuk mewujudkan visi ini dan menjadi pilihan utama wisata kesehatan bagi wisatawan domestik dan internasional. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore