JawaPos.com-Kabar pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis, akhirnya ditanggapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Anggaran yang awalnya Rp 15 Ribu per porsi, menjadi Rp 10 Ribu per porsi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan,
pihaknya telah melakukan uji coba program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah. Pada saat uji coba, Pemkot masih menggunakan anggaran Rp 15 Ribu per porsi.
"Untuk evaluasinya sudah berjalan lancar, menunjukkan hasil positif. Pemkot sudah bergerak dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), bahkan ojol sudah dengan beberapa sekolah," ujar Eri, Senin (30/12).
Eri menyatakan pihaknya sedang mencari cara agar program Makan Bergizi Gratis tetap bisa dilaksanakan pada awal Januari 2025 mendatang. Salah satunya dengan mempertimbangkan opsi dapur umum.
"Apakah pakai dapur umum, UMKM-nya ada di dalam dapur umum, atau digerakkan oleh UMKM, kita juga masih menghitung gizinya, masih dalam kajian," imbuh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Pemkot Surabaya juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Eri menyebut pihaknya akan menaati keputusan pusat.
"Insyaallah kita tinggal tunggu petunjuk teknisnya apakah pergerakan dengan pelaku UMKM atau dapur umum, kita tunggu (juknis Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat)" tutur Eri.
Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini digadang-gadang bisa menekan angka gizi buruk (stunting).
Rencananya, program tersebut akan diterapkan pada Januari 2025 mendatang. Namun, belum juga dimulai, program ini mengalami pemangkasan anggaran, yang awalnya Rp 15 Ribu per porsi, menjadi Rp 10 Ribu per porsi.
"Kita ingin Rp 15 ribu, tetapi kondisi anggaran mungkin Rp 10 ribu kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi," ujar Prabowo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (29/11) lalu. (*)