Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 01.02 WIB

Saluran Perbatasan Tidak Punya Rumah Pompa dan Pasang Laut Jadi Faktor Utama Banjir di Gunung Anyar

Genangan air di Gunung Anyar Surabaya akibat banjir. (Pemkot Surabaya) - Image

Genangan air di Gunung Anyar Surabaya akibat banjir. (Pemkot Surabaya)

JawaPos com - Banjir yang melanda kawasan Gunung Anyar, Surabaya, terutama di wilayah selatan, telah menyebabkan dampak yang cukup parah bagi warga setempat. Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi, mengungkapkan bahwa banjir kali ini menjadi yang terparah dalam beberapa dekade terakhir, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan sungai yang menghubungkan Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
 
"Wilayah selatan Gunung Anyar menjadi titik lokasi terparah banjir. Ini terjadi karena kawasan ini berbatasan langsung dengan sungai perbatasan yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo," ujar Ario di Surabaya, Kamis (26/12). Ia menambahkan bahwa dua hari terakhir, saluran perbatasan tersebut mengalami kenaikan ketinggian air yang luar biasa, bahkan sampai meluber ke daratan.
 
Selain faktor tingginya curah hujan dan pasang air laut, Ario menjelaskan bahwa sisi selatan Gunung Anyar menjadi lokasi terparah karena saluran perbatasan yang tidak memiliki rumah pompa. "Saluran perbatasan yang seharusnya mengalirkan air ke muara laut justru kembali ke pemukiman warga karena pasang laut," katanya. Keadaan ini menyebabkan rumah-rumah warga terendam air yang tidak dapat mengalir ke laut.
 
 
Ario menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi permasalahan banjir ini. Sebab, saluran perbatasan tersebut bukan menjadi kewenangan Pemkot Surabaya, melainkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berharap adanya kerjasama antara pemerintah kota, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, dan masyarakat untuk melakukan pembersihan eceng gondok dan normalisasi saluran perbatasan.
 
"Ke depan, kami berharap Dinas PU Provinsi Jawa Timur bersama-sama dengan warga melakukan pembersihan eceng gondok dan normalisasi saluran, agar daya tampung sungai bisa lebih maksimal dan tidak terjadi lagi genangan air yang merendam rumah warga," pungkas Ario.
 
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir serupa di masa depan dan meningkatkan kualitas sistem drainase di kawasan Gunung Anyar. Pemkot Surabaya akan terus memantau situasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan ini.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore