JawaPos.com - Rehabilitasi medik kini menjadi salah satu layanan kesehatan yang semakin diminati masyarakat. Salah satu metode yang mulai dikenal luas adalah hidroterapi, sebuah terapi menggunakan air untuk membantu pemulihan pasien dengan berbagai keluhan.
Menurut Ivana Mutiara, S.Tr. Fis, Kepala Pelayanan Rehabilitasi Medik RS Ubaya, hidroterapi memanfaatkan sifat air untuk meringankan beban tubuh pasien selama latihan. Kedalaman air yang digunakan biasanya sekitar 120 cm, menyesuaikan dengan tinggi rata-rata masyarakat Indonesia.
"Dengan kedalaman segitu, beban tubuh jadi lebih ringan, sehingga proses latihan jalan atau penguatan otot jauh lebih mudah dibandingkan latihan di luar air," ujar Ivana kepada JawaPos.com, Senin (9/12).
Setiap sesi hidroterapi biasanya berlangsung selama 30-45 menit di dalam air, dengan total durasi terapi hingga 1 jam. Terapis akan mendampingi pasien selama proses berlangsung, menyesuaikan gerakan latihan dengan kondisi pasien. Misalnya, pasien dengan nyeri lutut akibat osteoarthritis akan diajarkan gerakan penguatan lutut dan otot kaki, sementara pasien dengan hernia nukleus pulposus (HNP) atau nyeri punggung akan menjalani latihan penguatan otot punggung.
Selain terapi di air, proses pemulihan pasien biasanya dikombinasikan dengan alat terapi seperti Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) untuk mengurangi nyeri dan latihan di gymnasium untuk penguatan otot. "Fokus kami adalah memberikan perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan pasien, dengan hasil terapi yang maksimal," tambahnya.
Hidroterapi di RS Ubaya melayani berbagai kasus mulai dari nyeri punggung, nyeri lutut, pasca operasi patah tulang, hingga pemulihan pasca stroke. Kasus yang paling umum adalah osteoarthritis pada lutut dan nyeri punggung akibat HNP. Sebulan, layanan hidroterapi ini menerima sekitar 150 kunjungan pasien, yang tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota seperti Jombang dan Ponorogo.
Bagi pasien yang ingin menjalani hidroterapi, diperlukan rujukan dari dokter spesialis rehabilitasi medik untuk memastikan diagnosis dan menentukan rencana terapi yang sesuai.
Hidroterapi memberikan banyak manfaat bagi pasien, terutama dalam mengurangi nyeri dan memperkuat otot. Dengan kondisi tubuh yang lebih ringan di dalam air, pasien dapat menjalani latihan fisik tanpa beban berlebih pada sendi dan otot. "Ini sangat membantu dalam proses pemulihan, terutama bagi pasien dengan keterbatasan gerak atau kondisi tertentu seperti stroke," kata Ivana.
Metode ini juga menjadi bagian penting dari rehabilitasi medik yang mengombinasikan pendekatan klinis dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Ivana menegaskan bahwa keamanan pasien selalu menjadi prioritas utama, sehingga semua proses terapi dilakukan dengan pengawasan ketat dari tim terapis yang berpengalaman.
Rehabilitasi medik, khususnya dengan metode hidroterapi, membuka peluang besar bagi pasien untuk pulih secara lebih efektif. Dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan ini, masyarakat kini memiliki opsi terapi yang lebih bervariasi untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.