Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2024 | 19.30 WIB

DPRD Surabaya Sebut Sosialisasi Pilkada ke Tingkat Bawah Kurang Maksimal

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. (Indra Setiawan/Antara) - Image

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. (Indra Setiawan/Antara)

JawaPos.com–Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mendorong KPU terus menyosialisasikan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dia menilai sosialisasi kurang maksimal hingga ke tingkat bawah menyusul pelaksanaan pilkada kurang 1 bulan.

”Kami melihat sosialisasi Pilkada di Kota Surabaya masih kurang maksimal karena banyak yang kurang paham terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah,” kata Yona Bagus Widyatmoko seperti dilansir dari Antara di Surabaya.

Dia mengatakan, tugas Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPK dan PPS) kurang maksimal. Sebab, masih belum melakukan sosialisasi hingga ke tingkat bawah.

”Ini fakta nyata, silakan cek ke bawah, PPK dan PPS sama sekali belum mendapatkan arahan sosialisasi dan edukasi,” ujar Yona Bagus Widyatmoko.

Dia menyebut, DPRD sangat mengamini KPU Surabaya yang menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77 persen dengan waktu kampanye yang kurang satu bulan. Namun KPU harus mengaktifkan PPK dan PPS yang merupakan bagian dari warga setempat.

”Tantangan berikutnya yaitu jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang menyusut. Artinya jika dulu satu TPS hanya melayani 300 orang pemilih kini bertambah dua kali lipat menjadi 600 orang,” tandas Yona Bagus Widyatmoko.

Dia mendorong kepada KPU memasifkan PPK PPS supaya mereka masuk ke masyarakat. Seperti RT/RW dan juga melakukan pertemuan dasawisma dan arisan bapak-bapak.

”Setiap bulan pertemuan rutin RT dan RW, ada pula kegiatan kerja bakti yang saat ini gencar dilakukan menjelang musim hujan,” ucap Yona Bagus Widyatmoko.

Dia menambahkan, saat ini alat peraga kampanye juga sudah didistribusikan untuk membuat stimulus supaya masyarakat mau datang ke TPS menyalurkan hak pilih. Namun, KPU harus membuat rangsangan lagi bukan hanya siapa yang datang ke TPS mendapatkan konsumsi.

”Itu kalau warga kampung akan datang, tapi kalau warga perumahan bisa abai. Ketika masyarakat abai mungkin pasangan calon hanya konkret satu dan akhirnya berasumsi paling ya itu,” ucap Yona Bagus Widyatmoko.

 Dia menambahkan, bukan perkara Pilkada di Kota Surabaya ini hanya diikuti satu pasangan calon, tetapi bagaimana anggaran pelaksanaan pilkada Rp 170 miliar itu bisa sesuai harapan. Jangan sampai mengulang karena itu anggaran yang besar.

”Pilkada momen menarik warga datang menarik, bagaimana ini terus didengungkan oleh warga pedukuhan dan perumahan. KPU berikan atensi karakter Surabaya unik, apa lihat masyarakat perumahan datang di TPS,” ujar Yona Bagus Widyatmoko.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore