Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Agustus 2024 | 02.07 WIB

Pemkot Surabaya dan Gresik Bersama Perusahaan Air Minum dan Rekosistem Kelola 1.400 Metrik Ton Sampah Kemasan Plastik

Fasilitas pemulihan material reko Hub Driyorejo, pengelolaan sampah plastik kemasan sebanyak 1.400 metrik ton yang rapi dan efisien. (Istimewa) - Image

Fasilitas pemulihan material reko Hub Driyorejo, pengelolaan sampah plastik kemasan sebanyak 1.400 metrik ton yang rapi dan efisien. (Istimewa)

JawaPos.com–Jumlah sampah plastik di Indonesia masih menjadi PR bersama. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengelola sampah plastik dengan maksimal. Salah satunya Pemkot Surabaya. Pemkot memanfaatkan sampah di TPA Benowo menjadi daya listrik.

PT Tirta Investama (AQUA) bersama PT Khazanah Hijau Indonesia (Rekosistem) mendeklarasikan komitmen bersama untuk mengelola 1.400 metrik ton sampah kemasan dan botol plastik di Gresik. Penandatanganan MoU dilakukan bersama oleh Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo dengan Ernest C. Layman selaku CEO & Co-founder Rekosistem.

MoU itu disaksikan Kepala Bidang di Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, serta pejabat pemerintahan di wilayah setempat. Kolaborasi itu mengumpulkan dan mendaur ulang sampah kemasan untuk mendukung ekonomi sirkular dan tanggung jawab produsen yang diperluas (EPR/extended producer responsibility). MoU ditutup dengan kunjungan lapangan ke fasilitas pemulihan material reko hub di Driyorejo.

Pengumpulan 1.400 ton metrik sampah plastik dalam program itu memiliki potensi penghematan karbon emisi hingga 2,2 juta kilogram karbon dari inisiatif daur ulang sehingga mengurangi ketergantungan pada penggunaan virgin plastic. Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Mohamad Amin mengatakan, Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang memiliki permasalahan-permasalahan yang sama dengan kota lain. Khususnya dalam menangani masalah limbah sampah.

”Setiap hari Surabaya menghasilkan sampah yang pembuangan tersebar di TPA, TPA3R dan beberapa bank sampah. Kolaborasi AQUA dan Rekosistem ini adalah implementasi konkret dari EPR yang menjadi alternatif solusi untuk mengurangi beban yang menumpuk di Surabaya dan kota-kota penyangga,” ucap Mohamad Amin.

Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan, selalu berinovasi dengan menempatkan konsumen sebagai prioritas utama dan mengedepankan dampak pada lingkungan.

”Kami berkomitmen menghadirkan kesehatan melalui produk berkualitas sekaligus berkontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan Danone Impact Journey,” kata Karyanto.

Sejak 1993, kata Karyanto, pihaknya telah menginisiasi program untuk mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah botol plastik pasca konsumsi dengan mengembangkan Program AQUA Peduli. Berlanjut pada 2018, AQUA meluncurkan #BijakBerplastik, yang merupakan bentuk komitmen mendukung Gerakan Indonesia Bersih dan untuk mencapai ambisi recover more than we use (mengumpulkan kemasan lebih banyak dari yang dihasilkan).

”Optimalisasi kemasan adalah salah satu wujud memelihara kelestarian lingkungan. Kami merancang kemasan yang 100 persen dapat digunakan kembali, dan didaur ulang. Riset dan inovasi dalam kemasan terus kami dorong untuk mendukung upaya closed-loop recycling dari botol menjadi botol dan berdampak yang positif bagi lingkungan,” tambah Karyanto Wibowo.

Sementara itu, Rekosistem sebagai mitra strategis adalah perusahaan rintisan yang beroperasi di bidang clean and climate tech. Perusahaan menyediakan implementasi ekonomi sirkular dalam rantai pasokan limbah (yaitu pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan pemrosesan). Memanfaatkan sistem operasi pengelolaan limbah milik Rekosistem untuk mengubah limbah menjadi bahan baku daur ulang dan energi baru terbarukan.

CEO & Co-founder Rekosistem Ernest C. Layman menegaskan, misi utama Rekosistem adalah untuk berkontribusi pada peningkatan tingkat daur ulang sampah sekaligus mendorong terciptanya kebiasaan #PilahKemasSetor sampah untuk daur ulang.

”Kami juga aktif mengampanyekan #TowardsZero dengan pendekatan waste-to-materials dan waste-to-energy untuk mendukung realisasi Net Zero Emissions di Indonesia,” ujar Ernest C. Layman.

”Fasilitas kami ini fokus pada sampah kemasan plastik PET, PP, dan PE. AQUA mendukung pengadaan mesin pres, penambahan manfaat ekonomi bagi 100 penyortir sampah, bantuan modal untuk pembelian material kemasan dari 50 jaringan sektor informal, serta edukasi ke konsumen tentang kampanye #BijakBerplastik,” terang Ernest C. Layman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore