Inspeksi mendadak oleh Tim Satgas Pangan Mabes Polri. (Radar Surabaya)
JawaPos.com - Tim Satgas Pangan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) bersama Polda Jawa Timur dan pihak terkait melaksanakan inspeksi mendadak terhadap ketersediaan beras di gudang distribusi minimarket di area Gedangan, Sidoarjo, serta di mal di area Jalan Ahmad Yani, Gayungan, Surabaya, pada Kamis (29/2).
Dari hasil inspeksi di dua lokasi tersebut dan pemantauan di beberapa wilayah di Jawa Timur, terdapat ketersediaan beras yang memadai. Bahkan, ada kelebihan pasokan dan harga beras mengalami penurunan.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, mengungkapkan bahwa Tim Satgas Pangan Mabes Polri bersama Polda Jawa Timur turun ke wilayah tersebut untuk memverifikasi dan memastikan ketersediaan pasokan beras.
Tim Satgas Pangan dari Bareskrim Polri, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan bersama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian Provinsi menunjukkan bahwa stok beras di gudang distribusi minimarket dan mall di Surabaya mencukupi dan siap untuk dijual.
Teddy menegaskan bahwa ketersediaan barang mencukupi dan bahkan berlebihan, menandakan bahwa pasokan beras melimpah.
Bulog melaporkan ketersediaan yang sangat mencukupi, karena beberapa kapal pengangkut beras telah tiba.
Menurut Teddy, penurunan harga beras terjadi di berbagai wilayah seperti Banyuwangi, Kediri, Lamongan, Jember, dan Malang, termasuk Sidoarjo.
Hal ini menunjukkan bahwa harga beras mengalami penurunan sebesar Rp 100 hingga Rp 800 dari sebelumnya.
"Ya artinya ada penurunan dari sebelumnya. Masyarakat tidak perlu khawatir terutama punic buying tidak ada. Artinya stok barang ada," tegasnya.
Teddy menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, terutama terkait fenomena panic buying.
Stok barang tersedia dan pengawasan distribusi akan tetap dilakukan oleh Tim Satgas Pangan dari Bareskrim, meliputi wilayah dari barat hingga timur.
Manajer Operasional Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur, Fahrurozi, menyatakan bahwa stok beras di Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur mencukupi untuk tiga bulan ke depan, dengan tersedia stok sebanyak 170 ribu ton.
"Itu untuk keperluan Jatim sangat cukup sampai setelah lebaran pun cukup," imbuhnya.
Fahrurozi juga menjelaskan bahwa stok beras di Bulog Jawa Timur akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di provinsi lain seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).