Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 05.16 WIB

BPBD Surabaya Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Optimalkan 7 Posko Terpadu dan 18 Pos Pantau

 

BPBD Surabaya siagakan pos terpadu dan pantau.

JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Timur, mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi hal tersebut. Kepala BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyatakan, telah menyiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Dia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir.

”Warga tidak perlu khawatir, karena ini memang terjadi setiap tahun. Kalau kita persiapkan dengan baik, akan menjadi hal yang tidak membahayakan,” kata Agus Hebi Djuniantoro, Senin (22/1).

Hebi menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pemkot dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi adalah mengoptimalkan 18 Pos Pantau dan 7 Posko Terpadu. Selama 24 jam, petugas gabungan dari pemkot akan standby di Posko Terpadu tersebut.

”Kita mengoptimalkan dengan 8 dinas atau perangkat daerah (PD) yang lain. Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan), dan sebagainya,” papar Agus Hebi Djuniantoro.

Menurut dia, berdasar data dari BNPB, potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur, terjadi pada Januari, Februari, dan Maret. Puncaknya, diperkirakan terjadi pada Februari.

”Potensi bencana hidrometeorologi itu misalnya aliran air sungai menjadi kencang. Kemudian angin puting beliung, pohon tumbang, cuaca ekstrem (hujan deras) dan sebagainya. Tapi ini sudah kita antisipasi,” jelas Agus Hebi Djuniantoro.

Dia meminta masyarakat mewaspadai dampak dari potensi bencana hidrometeorologi. Warga diimbau agar tidak mandi di sungai, baik itu anak kecil maupun orang dewasa. ”Karena arus sungai yang seperti kelihatan tenang, tapi justru di bawah arusnya kencang,” ujar Hebi.

Selain itu, Hebi juga mengimbau para orang tua agar dapat mengawasi dan mencegah anak-anak bermain saat hujan. Terlebih, ketika anak-anak kecil itu bermain di dekat aliran sungai. Kepada pengendara motor dan mobil, agar memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Jangan sampai, kondisi ban motor yang sudah tipis, justru dibiarkan dan tetap digunakan saat hujan.

”Kalau kondisi ban sudah tipis jadi licin, berbahaya kalau digunakan saat hujan. Kami juga imbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan,” pesan Hebi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya Buyung Hidayat memaparkan, lokasi 7 Posko Terpadu dan 18 Pos Pantau yang tersebar.

”Posko Terpadu Utara di Jalan Kasuari No 1 Surabaya. Kemudian, Posko Terpadu Selatan di Jalan Dukuh Menanggal No 1 (Kantor Dinas Perhubungan). Dan ketiga, Posko Terpadu Barat di Kantor Kecamatan Tandes,” kata Buyung.

Selanjutnya, kata dia, Posko Terpadu Timur di Park n Ride Arif Rahman Hakim. Sedangkan kelima yakni, Posko Terpadu Pusat berada di Jalan Sumatera No 71 Surabaya (Kantor PMI). ”Kemudian, Posko Terpadu Dukuh Pakis di Park and Ride Mayjen Sungkono dan ketujuh adalah Posko Terpadu Kedung Cowek di Kantor Kecamatan Kenjeran,” jelas Buyung Hidayat.

Di samping 7 Posko Terpadu, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan 18 pos pantau yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore