Wali kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Radar Surabaya)
JawaPos.com – Pemkot Surabaya akan memperketat syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 yang bertujuan untuk menutup celah kecurangan yang terjadi.
Dengan demikian, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya sudah menyiapkan langkah strategis.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan jika upaya tersebut untuk mengantisipasi sejumlah polemik saat PPDB terulang kembali.
Oleh sebab itu, ia memberikan sejumlah catatan untuk SD dan SMP negeri, bahkan sekolah swasta juga menjadi sorotannya.
“Tidak diperbolehkan sekolah negeri, SD dan SMP menambah jumlah kelas dan menerima siswa di luar jumlah peserta didik yang sudah ditentukan,” kata Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Surabaya tersebut pada Minggu (21/1) seperti yang dikutip dari Radar Surabaya.
Cak Eri menyoroti proses PPDB sekolah swasta yang harus memberikan informasi pendaftaran yang jelas sejak awal.
“Berapa besaran SPP hingga uang gedung. Jadi warga bisa mengetahui,” ucapnya.
Menurut Wali Kota Eri, kebijakannya itu cukup krusial, karena untuk mengantisipasi peserta didik yang tidak lolos di sekolah negeri bisa lari ke swasta.
“Seumpama ada yang tidak mampu atau berasal dari keluarga miskin (gamis), barulah kami gunakan Bopda (Bantuan Operasional Pendidikan Daerah, Red) untuk kita titipkan ke sana. Jadi ada keterbukaan sejak awal soal informasi tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengimbau untuk menyetop praktik titip nama dalam Kartu Keluarga (KK), yaitu upaya untuk mendekati sekolah agar lolos dalam jalur zonasi.
Menurutnya, syarat tersebut harus diperketat.
“Sebetulnya titipan itu tidak ada, jadi saya minta diperketat lagi syarat-syarat itu (PPDB). Saya juga minta jangan ada yang menitipkan KK,” tegasnya.
Ia berharap, tiap sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memberikan peluang setara bagi semua anak-anak, seperti berinovasi dalam metode pengajaran, memperhatikan kebutuhan khusus siswa, dan meningkatkan fasilitas pendidikan, sehingga ada penyetaraan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.
“Baru tahun ajaran kemarin, sudah tidak ada titipan. Sejarah terbuka di tahun 2023, jumlah murid swasta sama persis dengan jumlah murid negeri bahkan lebih banyak swasta malahan,” kata Cak Eri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022