Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Desember 2023 | 17.14 WIB

Surabaya Duduki Posisi Ketiga dengan Udara Tidak Sehat, Setelah Bandung dan Tangsel

Ilustrasi kawasan industri mempengaruhi kualitas udara. - Image

Ilustrasi kawasan industri mempengaruhi kualitas udara.

JawaPos.com–Data pemantauan kualitas udara dari IQAir menunjukkan Surabaya ada di kondisi tidak sehat. Data itu per Sabtu 23 Desember pukul 09.00.

Pantauan dari IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) Surabaya mencapai 159 pada pukul 09.00. Angka itu masuk dalam kategori tak sehat yang disebabkan oleh partikel halus (PM2.5).

Konsentrasi PM2.5 di Surabaya saat ini 14.4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Polusi udara berdasar lokasi di Surabaya tertinggi ada di Kertajaya dengan AQI capai 162. Di urutan kedua ada Tandes dengan AQI 158. Kemudian, posisi ketiga Keputih yang terpantau tercatat 157 AQI.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas outdoor. Jika terpaksa beraktivitas outdoor disarankan untuk mengenakan masker.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menutup jendela dan memasang mesin penyaring udara.

Surabaya menduduki posisi ketiga secara nasional sebagai kota dengan kualitas udara terburuk pagi ini. Nah, posisi kedua Tangerang Selatan Banten. Dan, posisi pertama ada Kota Bandung, Jawa Barat.

Pemkot Surabaya sejauh ini terus berupaya untuk menciptakan lingkungan dengan konsep green and clean. Mulai dari penanganan sampah secara komprehensif hingga mengedepankan teknologi.

Surabaya juga berpacu dengan penekanan polusi melalui transportasi publik yang aman dan nyaman. Salah satunya menggunakan Suroboyo Bus hingga bus listrik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore