
PROYEK CEGAH GENANGAN: Dua pengendara melintas di samping proyek saluran air di Jalan Kapasan kemarin (10/12). Pengerjaan proyek itu sempat membuat pipa PDAM bocor.
JawaPos.com - Dua bulan belakangan, PDAM Surya Sembada berkali-kali membenahi jaringan yang rusak. Pipa air itu pecah karena terkena alat berat saat pemasangan box culvert. Total ada 250 pipa yang terdampak proyek pemasangan box culvert.
Jumlahnya diperkirakan terus bertambah. Itu disebabkan banyaknya proyek saluran air yang dikebut menjelang akhir tahun.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan PDAM sebelum proyek berjalan.
Koordinasi lintas instansi itu dilakukan untuk memastikan bahwa pekerjaan tidak mengganggu utilitas, bahkan lalu lintas. ”Seluruh pemilik utilitas diundang. Bahkan saat perencanaan, sudah mulai dikoordinasikan juga. Jadi, bukan saat pekerjaan saja,” terangnya.
Menurut Lilik, air PDAM yang mampet bukan karena pipa bocor terkena alat berat. Namun, jaringan itu sengaja ditutup. Sebab, pipa harus digeser lantaran berada di jalur pengerjaan. ”Bukan bocor, tapi digeser dan air harus dimatikan,” katanya.
Dirut PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono menyatakan, koordinasi selalu dilakukan sebelum proyek pemasangan box culvert dimulai.
Pihaknya menyampaikan lokasi jaringan tersebut. Itu dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pipa. Namun, kondisinya berbeda saat di lapangan.
”Kami minta agar pelaksana di lapangan bisa lebih awas, utamanya operator ekskavator. Paling tidak ada dua orang. Yang satu operator, satu lagi mengawasi keberadaan pipa di bawah,” paparnya.
Selain pipa bocor, PDAM kerap memindahkan pipa. Menurut Arief, pemindahan jaringan tidak bisa dilakukan beberapa meter. Harus menyeluruh sesuai dengan panjang box culvert yang dipasang.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menuturkan, banyaknya pipa PDAM yang rusak menunjukkan lemahnya koordinasi antarinstansi. Dia memperkirakan bakal ada pipa lain yang bocor karena proyek drainase.
Pasalnya, menjelang akhir tahun, kontraktor mengebut pengerjaan. ”Kalau aliran air terdampak, yang rugi masyarakat. Apalagi kewajiban perbaikan itu juga ditanggung pemilik utilitas,” kata politikus PDIP tersebut.
Baktiono mengusulkan kepada pemkot untuk membuat ducting atau tempat khusus guna pemasangan jaringan utilitas. Sehingga tidak terdampak ketika ada proyek saluran air. ”Jaringan listrik, gas, air, internet jadi satu tempat dalam sistem ducting itu. Kalau terjadi hal-hal seperti ini, ujung-ujungnya masyarakat yang menjadi korbannya,” ungkapnya. (gal/c6/aph)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
