
HANGUS: Petugas DPKP Kota Surabaya sedang melakukan pengecekan dan pembasahan di rumah yang terbakar di Jalan Musi, Jumat (1/12) malam.
JawaPos.com – Si jago merah mengamuk di rumah mantan Direktur Operasional dan Umum Kebun Binatang Surabaya (KBS) drh Liang Kaspe. Bangunan tersebut berdiri di Jalan Musi No 19, Tegalsari. Kebakaran yang terjadi pada Jumat (1/12) malam itu turut menyebabkan sang pemilik rumah mengalami luka bakar.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. ’’Beliau mengalami luka bakar derajat dua pada lengan dengan keparahan 25 persen. Sudah dibawa ke RS dr Soetomo,’’ ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto saat ditemui di TKP.
Dedik menyebut, luka bakar itu diperkirakan karena korban tak bisa segera menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. ’’Beliau kan tinggal sendiri dan sudah sepuh ya. Jadi, mungkin pergerakannya, larinya, untuk menyelamatkan diri agak lambat. Akhirnya keburu terkena api,’’ terangnya.
Meski begitu, lanjut Dedik, korban masih bisa keluar rumah dan hanya sedikit mengalami luka bakar. ’’Setelah keluar rumah, petugas membantu evakuasi ke RS,’’ ujarnya.
Menurut Dedik, laporan kebakaran itu diterima pukul 22.32. Petugas tiba di lokasi pukul 22.38. Untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan 12 mobil pemadam ke lokasi. Api berhasil dipadamkan pukul 22.56 dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
’’Api bisa segera dipadamkan karena memang tidak ada kendala berarti. Akses ke lokasi bagus dan rumahnya tidak gandeng dengan rumah lainnya,’’ kata Dedik.
Kendati demikian, akibat kebakaran tersebut, rumah satu lantai berukuran 15×50 meter itu ludes dilalap api. Yang selamat hanya 1 ruangan, sisanya terbakar parah. Termasuk ruang praktik. Atapnya juga nyaris habis.
’’Untuk dugaan penyebab kebakaran, nanti validnya dari tim Inafis. Dugaan kami, api bersumber di kamar nomor 2 di belakang ruang praktik. Itu kelihatan paling gosong atau yang kondisinya paling parah,’’ papar Dedik.
Dedik menambahkan, saat melakukan penyisiran ke dalam rumah, petugas menemukan 3 ekor anjing mati terbakar. Dua di antaranya ditemukan di bawah kursi di salah satu ruangan. Kemudian, satu anjing lainnya agak berjauhan.
’’Terus, ada yang berhasil diselamatkan, itu ada 6 ekor. Juga ada burung kakaktua,’’ pungkasnya.
Menurut keponakan korban, Pieter, korban dulunya adalah dokter hewan di KBS, yang saat ini sudah pensiun. Di rumah tersebut korban memang tinggal seorang diri. Ruang praktik yang disebut itu untuk penanganan hewan sakit.
’’Di sini beliau tinggal sendirian, tapi anjingnya banyak. Karena beliau memang beraktivitas di dunia anjing,’’ ucapnya. (gih/c18/cak)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
