
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerukan kepada seluruh pelajar di Kota Pahlawan untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
Dilansir dari Antara pada Rabu (29/11), Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri mengatakan, di era sekarang digitalisasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Dia berharap masyarakat mampu memanfaatkan fasilitas media sosial dengan sebaik mungkin dan tidak menggunakannya secara negatif.
”Anak-anak harus bisa membedakan, menggunakan dan memanfaatkan digitalisasi untuk kepentingan yang baik. Jangan sampai digitalisasi itu akhirnya menciptakan perpecahan di antara kita,” ujar Eri di Surabaya, Rabu (29/11).
Teknologi digital sudah mengubah berbagai aspek kehidupan. Namun, teknologi juga memiliki dampak negatif begitu besar jika tidak bisa dimanfaatkan secara bijak.
Dia mencontohkan, digitalisasi sangat mudah untuk membuat orang menjadi terkenal melalui platform media sosial (medsos). Di sana, masyarakat dengan mudah menemukan beragam konten. Namun, tidak semua konten di medsos adalah hal yang bersifat positif.
”Jadi harus bisa memilah dan memilih, mana yang baik dan mana yang buruk,” seru Cak Eri.
Dia menegaskan, dalam membangun Surabaya 5 tahun ke depan, hal dasar yang menjadi perhatian adalah pendidikan harus dilandasi agama, akidah, dan akhlakul karimah. Bangsa Indonesia terutama masyarakat Surabaya akan jauh lebih hebat apabila setiap manusia didasari dengan agama.
”Jadi, Insya Allah dengan karakter yang bagus, dengan pemahaman yang dilandasi agama, 5 tahun ke depan anak-anak Surabaya akan mengerti digitalisasi, tapi bisa membedakan mana yang berguna dan bermanfaat, lalu mana yang negatif,” tutur Eri.
Imbauan tersebut sering diserukan Cak Eri saat bertemu dengan pelajar di Surabaya. Seruan itu juga dia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara diskusi Menatap Surabaya 5 Tahun Ke Depan dan coaching clinic Literasi Digital dan Stop Bullying yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Balai Pemuda Surabaya pada Selasa (28/11).
Hal sama juga disampaikan Lutfil Hakim selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Dia berharap agar para pelajar dapat memilih dan memilah informasi yang beredar. Apalagi, di era media sosial, informasi dengan mudah didapatkan masyarakat.
”Ruang publik sudah sangat terkontaminasi, pilihlah sumber-sumber informasi dari media resmi, media mainstream. Sebab, media pers untuk mengkonstruksi sebuah informasi berita maupun gambar ada tahap-tahap yang harus dilalui,” ucap Lutfil Hakim.
Lutfil juga berpesan kepada para pelajar agar dapat mencontoh jurnalis. Ketika membuat dan membagikan setiap konten, ada baiknya melalui verifikasi terlebih dahulu dan bisa dipertanggungjawabkan.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
