
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyatakan pengentasan pengangguran secara digital bantu wujudkan IPM tinggi dan kurangi TPT. kualitas hidup masyarakat pun meningkat.
Digitalisasi dalam Pengentasan Pengangguran
JawaPos.com–Indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah kota. Agar IPM melesat, pengentasan pengangguran bisa dilakukan. Metode terbaik adalah berbasis smart city.
Hingga akhir tahun lalu, persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Surabaya mencapai 7,62 persen. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyatakan, angka tersebut bisa diminimalkan dengan beberapa cara efektif. Salah satunya adalah skema pengentasan pengangguran berbasis smart city.
Politikus PKS itu menyatakan, smart city menjadi langkah strategis karena mengedepankan digitalisasi. Digitalisasi sarat dengan anak muda yang menjadi target utama pengentasan pengangguran.
”Digitalisasi harus dimanfaatkan benar untuk mengentaskan pengangguran. Ini jadi cara efektif. Terlebih, kini semua layanan di Kota Surabaya sudah berbasis digital,” ujar Reni saat diwawancarai di gedung DPRD Kota Surabaya Rabu (1/11).
Upaya itu juga harus dibarengi dengan pendataan komprehensif. Data-data lulusan SMA/SMK atau milenial dirangkum dalam satu platform. Mereka diharuskan membuat masing-masing satu profil. Di platform itu nanti termuat data lengkap semua lulusan SMA/SMK. Mulai sekolah, tempat kuliah, skill, minat, hingga bakat.
Platform itu bisa menjadi big data untuk Pemkot Surabaya. Platform itu pula yang bisa digunakan untuk rujukan pengambilan berbagai langkah atau kebijakan. Mulai informasi lowongan pekerjaan, bursa kerja, pelatihan, workshop, hingga lainnya yang terkait dengan peningkatan skill.
”Jadi, pemkot bisa membuat kebijakan yang tepat karena memiliki rujukan dari platform itu. Misalnya, jika terdapat lulusan yang belum punya keterampilan, pemkot bisa menarik lulusan itu untuk mengikuti pelatihan,” ungkap Reni.
Lalu, jika membutuhkan pekerja, pemkot atau perusahaan di Surabaya bisa menilik dari data tersebut untuk melihat lulusan dengan kriteria yang sesuai. Jika ada pelatihan, workshop, atau seminar pun, anak-anak bisa terinformasi sesuai dengan minat dan bakatnya.
”Karena membuat akun untuk masing-masing, mereka bisa mendapatkan notifikasi secara personal. Ini akan lebih efektif karena menyentuh setiap individu tanpa ada yang terlewatkan. Dengan begitu, mereka juga bisa bekerja sesuai passion dan kemampuan. Pemasukan pun maksimal. Perekonomian keluarga bisa terangkat,” papar Reni.
Untuk menyukseskannya, anak-anak muda harus berpartisipasi penuh. Sosialisasi harus digalakkan. ”Harapannya, lulusan SMA/SMK yang ingin kerja bisa diarahkan ke pelatihan untuk menambah skill atau ke lowongan langsung. Lalu, lulusan kuliah diberi arahan selanjutnya perihal pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya,” tutur Reni.
Perlu Kolaborasi
Belakangan, Pemkot Surabaya terus menenun program dan kebijakan yang berbasis anak muda untuk bisa mengikuti berbagai kegiatan. Namun, Reni mendorong pemkot untuk melakukan intervensi perihal pengurangan tingkat pengangguran.
Terlebih, kegiatan yang sebelumnya diinisiatori pemkot tak selalu bisa merambah seluruh elemen anak muda di Surabaya. Hanya sebagian. Padahal, kasus pengangguran terjadi di hampir semua kampung.
”Surabaya punya potensi besar dan menarik banyak investor. Ini jadi kesempatan pula untuk anak-anak muda untuk terlibat di dalamnya sebagai tenaga kerja. Platform berbasis smart city tersebut bakal membantu pemkot mengelola kebutuhan tenaga kerja dari anak muda,” jelas Reni.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
