
Warga melompat untuk mengambil barang yang tergantung saat tradisi Brayakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
JawaPos.com - “Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad..!” seruan selawat itu sekaligus menjadi aba-aba dimulainya acara brayakan. Beberapa detik kemudian, ratusan jemaah pria dan wanita yang semula duduk bersila, bangkit dan berlompatan.
Mereka berusaha meraih aneka hadiah yang digantung di serambi masjid. Tak sampai 5 menit, ratusan hadiah itupun ludes.
Brayakan merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak dulu di beberapa daerah di Jawa Timur. Acara ini menjadi daya tarik peringatan Maulid. Ada bermacam hadiah yang diperebutkan. Mulai sarung, mukena, perlengkapan rumah tangga, hingga uang kertas.
Keseruan itu pun tampak pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di Masjid At-Taqwa, Perumahan Taman Pondok Legi, RW 009, Pepelegi, Sidoarjo.
Acara yang diselenggarakan pengurus takmir itu juga menghadirkan grup Albanjari Watu Kali yang digawangi oleh Ustad Narto Pamungkas beserta 10 anggotanya.
Ketua Panitia Acara, Moh Djunaedi mengatakan, Brayakan merupakan event baru di kompleks perumahannya. “Melihat antusiasme jemaah, Insya Allah acara ini kami adakan lagi tahun depan,” katanya.
Dia menerangkan, acara itu murni dibiayai oleh jemaah. Makanan, minuman hingga buah berasal dari sumbangan jemaah. Begitu juga hadiah Brayakan. “Jadi, ini acara dari jemaah dan untuk jemaah,” ujar pria yang berprofesi sebagai karyawan bank swasta ternama itu.
Ketua Takmir Moh Rosyadi menambahkan, pihaknya semula tidak menyangka jika warga akan menyambut acara itu dengan antusias. “Kami sangat berterima kasih kepada para donatur dan pengurus takmir maupun panitia acara,” ujar alumnus Unair itu.
Dia berharap acara tersebut semakin merekatkan silaturahmi warga di perumahannya. “Sekaligus mengingatkan kita semua tentang peristiwa bersejarah kelahiran Nabi Muhammad,” lanjutnya.
Sambutan positif juga disampaikan Ketua RW 009 Pepelegi Hari Setiyo. Hari bahkan menyumbang dua tumpeng jajan dan segepok uang tunai pecahan Rp 5.000 untuk hadiah Brayakan.
“Acara ini sudah sempurna, kurangnya hanya satu. Nggak ada kopinya,” canda Hari yang memang penikmat kopi, lantas tertawa. (oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
