Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 23.18 WIB

Soal Larangan Bermain di Stadion GBT, Wali Kota Eri Cahyadi: Wong iki Kandange Persebaya

FIFA rencananya akan melakukan inspeksi Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (31/7). (Antara) - Image

FIFA rencananya akan melakukan inspeksi Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (31/7). (Antara)

JawaPos.com - Pertandingan Persebaya melawan Arema di Gelora Bung Tomo (GBT) pada 23 September masih diselimuti teka-teki. Apakah pertandingan keduanya akan berlanjut atau tidak di GBT Surabaya, setelah ada instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait sterilisasi GBT untuk Piala Dunia U17. 
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya bersama dengan manajemen Persebaya berkomunikasi dengan Polda Jawa Timur untuk meminta izin.
 
"Kemarin bersama manajemen Persebaya untuk meminta menyampaikan permintaan kita kepada Menteri PUPR melalui Direktur Sarana Prasarana juga Persebaya akan ke Polda Jawa Timur untuk meminta izin diperbolehkan atau tidak. Kita sama-sama. Saya yakin yang tebaik untuk bangsa ini akan kita ambil dari pada kepentingan sendiri," jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu meyakini Persebaya termasuk suporter atau bonek luar biasa. Menurutnya, pemain Persebaya, warga, dan Bonek luar biasa jika dihadapkan dengan kepentingan bangsa dan negara.  
 
 
"Siapa sih yang tidak mau Persebaya main di sini? Wong iki kandange Persebaya. Tapi kalau ada kepentingan bangsa yang lebkh besar, kita harus bisa mengutamakan kepentingan negara ini. Untuk kepentingan negara, kita harus bisa mengutamakan negara," jelasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, seharusnya, 23 September mendatang, Persabaya bakal menjamu Arema FC pada pekan ke 13 lanjutan Liga 1 2023/2024. Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya menjadi venue pertandingan keduanya. 
 
Polrestabes Surabaya dan seluruh jajaran terkait telah menggelar rapat koordinasi bersama. Namun, pada 15 September lalu, sebuah surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melarang menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai markas Persebaya di Liga 1.
 
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya baru menerima surat itu pada Minggu (17/9) malam. 
 
"Ini adalah kepentinggan bangsa Indonesia. Kalau untuk kepentingan bangsa, sudah di luar kewenangan Pemkot Surabaya, karena sudah dilakukan kementerian, jangan sampai ada sedikit sesuatu yang menyebabkan Piala Dunia merasa tidak nyaman di Indonesia. Ini mempertaruhkan nama bangsa," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore