Kepala Sekolah SDN 236 Gresik Umi Latifah usai mediasi. SAH menjadi korban bullying yang dilakukan kakak kelasnya hingga buta karena dicolok dengan tusuk bakso.
JawaPos.com - Kasus pemalakan yang dialami SAH hingga berujung mata kanannya buta karena dicolok dengan tusuk bakso sudah berjalan selama satu tahun. Sejak siswi yang tinggal di Desa Randupadangan, Menganti itu kelas 1 di UPT SDN 236 Gresik, uang sakunya kerap raib.
Kiki Ramadani, orang tua SAH mengetahui anak pertamanya jarang jajan selepas tragedi yang membutakan mata kanannya. Setahun ini, dia dipalak kakak kelasnya. Bahkan, SAH pernah diberi uang oleh gurunya karena merasa iba. Sebab, hanya SAH yang tidak jajan di jam istirahat.
“Padahal, setiap hari saya beri uang saku Rp 10 ribu,” ucapnya.
Pemalakan itu berjalan tanpa henti karena tidak ditindaklanjuti oleh sekolah. Hingga SAH kelas II, dan kejadian keji ini terjadi. Mata kanan SAH dicolok dengan tusuk bakso hingga berdarah yang berujung kebutaan.
Seperti diberitakan, SAH dipanggil oleh salah seorang siswa dengan nama panggilannya pada 7 Agustus lalu. Saat halaman UPT SDN 236 Gresik itu sedang mengadakan lomba untuk perayaan HUT RI. SAH seperti tak kuasa menolak panggilan itu meski sudah setahun ini dipalak.
Dia lantas menghampiri siswa laki-laki yang menunggunya di luar pagar sekolah. “Dipanggil, tidak tahu namanya tapi tahu wajahnya,” kata siswi kelas II itu.
SAH kemudian diajak ke halaman sekolah oleh siswa itu. Melewati ruang satpam di samping pagar, kemudian melewati halaman sekolah yang sedang ramai perlombaan. SAH diajak ke lorong yang bisa dilihat jelas dari halaman sekolah.
Apalagi lorong itu tepat berada di samping ruang guru dan ruang kepala sekolah. Di atas lorong itu ada CCTV yang mengarah ke halaman sekolah. Jika ada yang masuk ke lorong, CCTV tidak akan melewatkan setiap wajah.
Nah, lantaran menolak memberi uang, siswa itu marah dan menutupi wajah SAH dengan tangan. Lalu, dengan tusuk bakso dia menusuk wajah SAH. Nahas, tusukan itu ada yang mencolok mata kanannya hingga berdarah.
Merasa kesakitan, SAH lari menuju ke kelas sambil memegang mata kanannya. Darah keluar sembari isak tangis melintasi halaman yang sedang ramai. Seolah tidak ada yang memperhatikan, SAH membasuh matanya di keran air di bawah tiang bendera.
“Dulu pernah didorong sampai jatuh untuk merebut uang saya,” kata SAH kepada Jawa Pos.
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan Pemkab Gresik cukup kecewa dengan perlakukan sekolah. Kasus perundungan yang sudah terjadi sejak setahun lalu itu tidak ditindaklanjuti. Bahkan saat kejadian, tidak ada empati kepada korban maupun orang tua.
Sekretaris Dispendik Pemkab Gresik Herawan Eka Khsuma mengatakan, sebagai kepala satuan pendidikan, sikap kepala sekolah sangat mengecewakan karena abai. Apalagi kejadian perundungan berada di lingkungan sekolah terutama saat mata dicolok.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
