
TERIK: Kondisi Waduk Bunder yang mengering akibat musim kemarau panjang. Sebanyak 24 hektare lahan pertanian sudah terdampak kekeringan.
JawaPos.com – Kemarau panjang telah membawa dampak kekeringan di beberapa kecamatan. Namun, Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat bahwa lahan produktif yang terimbas kekeringan tidak banyak. Para petani masih bercocok tanam memanfaatkan sumber air tanah.
Berdasar data Dispertan Pemkab Gresik, lahan pertanian yang terdampak kekeringan hanya terjadi di Desa Kedunganyar, Wringinanom. Lahan padi seluas 24 hektare terpaksa rusak akibat kemarau panjang.
’’Di sana sumber air sudah tidak ada, padahal padi sangat butuh air,’’ ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Pemkab Gresik Syamsul Ma’arif kemarin.
Pada musim tanam keempat itu, para petani memilih untuk tidak mengolah lahan mereka. Sebagaimana di Gresik Selatan, saat kemarau lahan mereka ditanami tanaman kangkung. Kemudian, di wilayah Sidayu malah musim tanam padi hingga empat kali.
’’Yang terdampak itu area tambak,” imbuh Syamsul.
Sejauh ini, laporan yang masuk dari petani terkait dampak kekeringan baru satu desa. Kemungkinan apabila hujan tidak kunjung datang, dampak kekeringan lahan pertanian akan meluas. ’’Ini selesai musim tanam ketiga, kemungkinan setelah ini petani tidak tanam lagi,” ujar Syamsul.
Berdasar pantauan Jawa Pos, sebagian lahan di wilayah Gresik Selatan memang masih menjadi lahan produktif sampai akhir Agustus kemarin. Sebagaimana di Kecamatan Balongpanggang, sejumlah petani beberapa waktu lalu melakukan panen kangkung.
’’Tapi, setelah panen kangkung, petani bisanya tidak menanam lagi sampai menunggu musim tanam padi. Di sini hanya tiga kali musim tanam,’’ tambah Camat Balongpanggang Muhammad Amri.
Di Benjeng, sejumlah petani masih merawat sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam. Para petani Benjeng tersebut memanfaatkan sumber air tanah untuk mengolah lahannya. Kondisi air sungai memang sudah mengering, tetapi untuk sumber air tanah masih mengeluarkan air.
’’Sampai sekarang masih ada tanaman dengan memanfaatkan sumber air tanah,’’ ucap Suryo, warga Desa Kalipadang, Benjeng.
Bahkan, lahan di Benjeng masih produktif saat kemarau panjang menerjang. Menurut dia, selama sumber air tanah masih keluar, lahan masih produktif untuk tanaman sayuran. ’’Kalau mengandalkan air sungai, jelas tidak mungkin,” paparnya. (son/c12/diq)
KECAMATAN TERDAMPAK KEKERINGAN
Sumber: BPBD Gresik

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
