Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 20.30 WIB

24 Hektare Lahan Pertanian di Gresik Terdampak Kekeringan

TERIK: Kondisi Waduk Bunder yang mengering akibat musim kemarau panjang. Sebanyak 24 hektare lahan pertanian sudah terdampak kekeringan. - Image

TERIK: Kondisi Waduk Bunder yang mengering akibat musim kemarau panjang. Sebanyak 24 hektare lahan pertanian sudah terdampak kekeringan.

JawaPos.com – Kemarau panjang telah membawa dampak kekeringan di beberapa kecamatan. Namun, Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat bahwa lahan produktif yang terimbas kekeringan tidak banyak. Para petani masih bercocok tanam memanfaatkan sumber air tanah.

Berdasar data Dispertan Pemkab Gresik, lahan pertanian yang terdampak kekeringan hanya terjadi di Desa Kedunganyar, Wringinanom. Lahan padi seluas 24 hektare terpaksa rusak akibat kemarau panjang.

’’Di sana sumber air sudah tidak ada, padahal padi sangat butuh air,’’ ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Pemkab Gresik Syamsul Ma’arif kemarin.

Pada musim tanam keempat itu, para petani memilih untuk tidak mengolah lahan mereka. Sebagaimana di Gresik Selatan, saat kemarau lahan mereka ditanami tanaman kangkung. Kemudian, di wilayah Sidayu malah musim tanam padi hingga empat kali.

’’Yang terdampak itu area tambak,” imbuh Syamsul.

Sejauh ini, laporan yang masuk dari petani terkait dampak kekeringan baru satu desa. Kemungkinan apabila hujan tidak kunjung datang, dampak kekeringan lahan pertanian akan meluas. ’’Ini selesai musim tanam ketiga, kemungkinan setelah ini petani tidak tanam lagi,” ujar Syamsul.

Berdasar pantauan Jawa Pos, sebagian lahan di wilayah Gresik Selatan memang masih menjadi lahan produktif sampai akhir Agustus kemarin. Sebagaimana di Kecamatan Balongpanggang, sejumlah petani beberapa waktu lalu melakukan panen kangkung.

’’Tapi, setelah panen kangkung, petani bisanya tidak menanam lagi sampai menunggu musim tanam padi. Di sini hanya tiga kali musim tanam,’’ tambah Camat Balongpanggang Muhammad Amri.

Di Benjeng, sejumlah petani masih merawat sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam. Para petani Benjeng tersebut memanfaatkan sumber air tanah untuk mengolah lahannya. Kondisi air sungai memang sudah mengering, tetapi untuk sumber air tanah masih mengeluarkan air.

’’Sampai sekarang masih ada tanaman dengan memanfaatkan sumber air tanah,’’ ucap Suryo, warga Desa Kalipadang, Benjeng.

Bahkan, lahan di Benjeng masih produktif saat kemarau panjang menerjang. Menurut dia, selama sumber air tanah masih keluar, lahan masih produktif untuk tanaman sayuran. ’’Kalau mengandalkan air sungai, jelas tidak mungkin,” paparnya. (son/c12/diq)

KECAMATAN TERDAMPAK KEKERINGAN

  • Kecamatan Benjeng: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Balongpanggang: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Cerme: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Kedamean: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Duduksampeyan: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Panceng: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Menganti: Belum ada laporan
  • Kecamatan Driyorejo: Terdistribusi air bersih
  • Kecamatan Manyar: Belum ada laporan
  • Kecamatan Bungah: Belum ada laporan
  • Kecamatan Sidayu: Belum ada laporan

Sumber: BPBD Gresik

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore