Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2023 | 21.11 WIB

Diduga Diracun sejak Senin Malam, Pembunuh Penjual Nasi Bebek di Desa Buncitan Sidoarjo Tertangkap

DITEMUKAN BERSIMBAH DARAH: Garis polisi terpasang di depan kontrakan sekaligus warung nasi bebek tempat penemuan jenazah di kawasan Jalan Raya Buncitan, Kecamatan Sedati, Minggu. - Image

DITEMUKAN BERSIMBAH DARAH: Garis polisi terpasang di depan kontrakan sekaligus warung nasi bebek tempat penemuan jenazah di kawasan Jalan Raya Buncitan, Kecamatan Sedati, Minggu.

JawaPos.com – Pembunuh penjual nasi bebek di Desa Buncitan, Sedati, Sidoarjo berhasil diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo. Pelaku diketahui berinisial RI.

Pria 24 tahun itu masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban yang bernama Ahmad Mukiyin, 23. Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan bahwa pelaku bisa dibilang masih saudara dengan korban.

Ketika ditanya apakah pelaku merupakan sepupu korban, Andaru enggan mem berikan jawaban. Begitu pun saat ditanyai mengenai motif pelaku dan hasil otopsi jasad korban. ’’Detail lain tunggu rilis ya,’’ ungkapnya Minggu (6/8).

Ketika didatangi Minggu, bau busuk dan anyir masih tercium dari depan tempat kos sekaligus warung nasi bebek milik korban. Nur Nurul, tetangga korban, mengungkapkan bahwa korban ditemukan rekan dan keluarganya pada Jumat (4/8) malam.

Teman korban curiga karena meski dikontak beberapa kali, tidak pernah ada jawaban. ’’Dibuka itu dia sudah membusuk, telentang di kasur lipatnya,’’ ungkap Nur.

Saat ditemukan rekannya yang berinisial AL, 25, dan keluarganya, jasad korban bersimbah darah. Muka pria asal Tuban itu juga ditutupi sebuah jaket. Wanita 55 tahun itu mengatakan bahwa sebenarnya bau busuk tercium oleh warga sejak Rabu (2/8).

’’Kami kira itu bau dari bebek atau lelenya yang nggak sempat dimasak,’’ ujarnya. Warga mengira begitu karena sejak Selasa (1/8) korban tidak terlihat berjualan. ’’Senin terakhir jualan, biasanya buka jam 14.00 sampai malam,’’ tuturnya.

Mengenai apakah ada orang mencurigakan yang datang ke rumah korban, Nurul mengungkapkan bahwa warga sempat melihat dua rekan korban datang pada Senin malam. Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun, pelaku rupanya sempat tinggal di tempat korban sejak Minggu (30/7).

Bahkan, Senin (31/7) pelaku membantu korban berjualan nasi bebek dan lele dari siang hingga malam. Malamnya, RI membawa beberapa botol minuman keras. Dia mengajak korban dan rekan korban, AL, untuk minum bersama.

Setelah menenggak minuman beberapa gelas, tiba-tiba korban kejang dan kemudian pingsan. Pelaku dan AL lantas menggotong korban ke kasur lipat. Wajahnya juga ditutupi jaket. Lalu, AL disuruh pulang terlebih dahulu.

AL yang tidak tahu rencana pelaku mencoba menghubungi korban. AL dan korban merupakan rekan bisnis warung nasi bebek. Tapi, korban tak menjawab. Karena curiga, AL mengajak keluarga menghampiri lokasi kejadian.

Sementara itu, dari informasi internal kepolisian, saat mayat ditemukan, beberapa barang korban hilang, seperti HP, motor, dompet, dan cincin. Pelaku diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo di rumahnya di Rangkah Kidul, Sidoarjo, beserta barang bukti. Sementara itu, motif pembunuhan diduga akibat sakit hati.

Diduga korban meninggal akibat diracun pelaku saat meminum minuman keras. Hal tersebut diperkuat dengan pertanyaan Karumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP dr Eko Yunianto yang menjelaskan bahwa dari hasil otopsi tidak ditemukan bekas kekerasan benda tumpul ataupun senjata tajam. Sementara itu, darah yang keluar diketahui berasal dari hasil pembusukan mayat yang sudah meninggal sejak empat hari sebelum ditemukan. (eza/c6/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore