Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2023 | 00.05 WIB

Menjajaki Museum 10 Nopember Surabaya, Museum di Kedalaman 7 Meter Bawah Tanah

Sejumlah pengunjung melihat koleksi di Museum Sepuluh Nopember Surabaya. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pengunjung melihat koleksi di Museum Sepuluh Nopember Surabaya. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Berwisata ke museum merupakan salah satu wujud wisata edukasi yang bisa dilakukan bersama keluarga. Wisata museum memiliki manfaat, diantaranya menghargai dan memahami sejarah perjuangan bangsa.
 
Surabaya, yang dijuluki Kota Pahlawan memiliki sejumlah objek wisata museum. Salah satu museum yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan adalah Museum Sepuluh Nopember atau dikenal juga dengan Museum Tugu Pahlawan.
 
Dikutip dari laman resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan Kota Surabaya, Museum Sepuluh Nopember berada satu komplek dengan Tugu Pahlawan yang berada di jalan Pahlawan, Surabaya. Sebelumnya di lokasi tersebut hanya berdiri Tugu Pahlawan yang didirikan sejak tahun 1952 oleh Presiden Soekarno.
 
Untuk melengkapi tugu peringatan perjuangan kemerdekaan Indonesia tersebut, pada tanggal 10 November 1991 Museum Sepuluh Nopember mulai dibangun pada kedalaman tujuh meter di bawah permukaan tanah area Kompleks Tugu Pahlawan. 
 
Setelah memakan waktu sekitar sembilan tahun, Museum Tugu Pahlawan selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 2000 oleh Presiden RI kala itu, KH. Abdul Rahman Wachid.
 
 
Museum ini memiliki berbagai koleksi yang menunjukkan perjuangan bangsa Indonesia meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Museum Sepuluh Nopember juga memiliki berbagai fasilitas seperti ruang diorama, auditorium, hingga perpustakaan.
 
Saat memasuki gerbang utama, pengunjung disambut patung proklamator Soekarno-Hatta dengan teks proklamasi berbentuk plakat di bawah patung tersebut.
 
Setelah itu, pengunjung disuguhkan pemandangan Tugu Pahlawan di tengah lapangan kompleks museum. Jika ingin menuju museum, pengunjung dapat menyusuri jalan yang teduh di pinggir lapangan.
 
Setelah mencapai ujung, pengunjung dapat memasuki gerbang museum. Harga tiket masuknya Rp 5 ribu dan gratis bagi pelajar dan mahasiswa dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Bukanya setiap hari Selasa-Minggu pukul 08.00-15.00. Sedangkan hari Senin museum ini tutup.
 
Pengunjung kemudian menuju ke bawah karena ruangan utama museum berada di bawah tanah. Tapi jangan kuatir karena meskipun di bawah, desain interiornya modern.
 
Pengunjung kemudian masuk ke ruang utama, dan di tengah ruangan terdapat patung para pejuang yang digambarkan tengah berperang mempertahankan kemerdekaan.
 
Masih di ruangan utama, pengunjung juga dapat melihat replika seragam Polisi Istimewa, seragam Badan Keamanan Rakyat, serta sejumlah replika perlengkapan perang lain yang digunakan untuk mengusir penjajah, maupun perlengkapan para tokoh bangsa kala itu. 
 
Ada juga rekaman pidato Bung Tomo saat mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo ketika Pertempuran 10 November. Di bagian dinding dihiasi dengan foto-foto dan keterangan mengenai kondisi Surabaya pada masa lalu, antara lain Surabaya pada masa Proklamasi.
 
Jangan lewatkan juga kesempatan untuk menonton film dokumenter Soera Ing Baja di ruang diorama elektronik lantai satu dengan layar lebar. Film ini menceritakan tentang dokementasi Pertempuran 10 November 1945 yang dikemas dengan bagus dan menggugah rasa nasionalisme. 
 
 
Dari lantai satu, pengunjung dapat menuju ke lantai dua. Di area ini, pengunjung dapat melihat koleksi senjata-senjata yang digunakan pejuang dan juga penjajah saat pertempuran di Surabaya, antara lain berbagai jenis pistol dan granat.
 
Anda juga dapat melihat senjata tradisional yang digunakan kala itu, antara lain senjata ikonik bambu runcing, ketapel, Selain senjata, disini juga dipamerkan uang kuno, dan juga berbagai foto masa lalu Surabaya.
 
Masih di area laintai dua, jangan lupa untuk masuk ke diorama statis yang terdiri dari dua ruangan. Di situ pengunjung dapat melihat gambaran pertempuran 10 November 1945 yang disajikan dalam bentuk patung dengan narasi tiap peristiwa yang terjadi saat pertempuran tersebut.
 
Jika dilihat dari koleksinya, Museum Sepuluh Nopember memang cukup lengkap. Seperti yang dirasakan oleh Silvy, salah saeorang pengunjung museum tersebut, merasa pengetahuannya tentang sejarah Pertempuran Surabaya bertambah karena koleksi benda bersejarahnya beraneka ragam.
 
"Berkunjung ke sini bisa menjadi ajang napak tilas perjuangan para pahlawan, agar kita bisa lebih menghargai banga Indonesia," ungkap Silvy kepada JawaPos.com.
 
Setelah puas menjelajah Museum Sepuluh Nopember, pengunjung dapat keluar menuju ke area utama Monumen Tugu Pahlawan. Area ini cocok untuk spot foto juga karena di sekeliling bangunan tugu, terdapat bunga-bunga yang indah sehingga terkesan seperti taman dan ditata secara estetik.
 
"Tempatnya terawat, bersih, nyaman, kemudian petugas museum juga ramah-ramah," pungkas Silvy.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore