Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juli 2023 | 22.20 WIB

Jangan Salah, Tempat Wisata di Surabaya ini Ternyata Sudah Tutup Tinggal Kenangan

Bianglala terbengkalai di tempat wisata Surabaya Night Carnival (di Jalan Ahmad Yani, Dukuh Menanggal, Surabaya. (fajar mujianto/jawapos.com) - Image

Bianglala terbengkalai di tempat wisata Surabaya Night Carnival (di Jalan Ahmad Yani, Dukuh Menanggal, Surabaya. (fajar mujianto/jawapos.com)

JawaPos.com – Beberapa tempat wisata yang sempat viral, ramai, dan diserbu pengunjung di Surabaya kini hanya tinggal kenangan. Padahal, objek wisata tersebut menyajikan atraksi unik dan berbeda dari kebanyakan.

Ternyata, masih banyak warga Surabaya atau wisatawan yang belum tahu bahwa tempat wisata tersebut sudah tutup dan terbengkalai. Sebagian tempat wisata ini tutup dikarenakan COVID-19.

  1. Surabaya Night Carnival (SNC)

Berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Dukuh Menanggal, Surabaya, tempat wisata tersebut dikelola oleh swasta, dan dibuka pada 2014.

SNC memberikan segudang wahana menarik dan pernak-pernik lampu yang indah. Nama wahananya pun unik-unik, seperti Gondal-Gandul (Ontang-Anting), Bledek Coaster (Rollercoaster), Uber-Uberan (Sepeda Angkasa), Rumah Kinclong (Rumah Kaca), dan lain-lain.

Tempat wisata ini sudah tidak beroperasi sejak pertengahan 2020. Dan, kini hanya terlihat banyak bangunan dan wahana yang sudah dirobohkan. Hanya ada beberapa bangunan tersisa seperti bianglala.

Tempat tersebut tutup dikarenakan penurunan jumlah pengunjung dan pandemi COVID-19.

  1. Museum House of Sampoerna

Berlokasi di Taman Sampoerna no. 6, Surabaya, Museum House of Sampoerna dulunya merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan mancanegara.

Dikutip dari bappedalitbang.surabaya.go.id, museum ini merupakan jujukan wisata heritage di Surabaya yang menjadi tempat sejarah kretek Indonesia. Museum itu merupakan bekas pabrik rokok pertama milik Sampoerna yang dibangun pada 1862 dengan gaya kolonial Belanda.

Selain sebagai situs bersejarah, museum ini juga menawarkan pengalaman yang unik. Para pengunjung akan disuguhkan sejarah dan proses produksi rokok pertama Sampoerna secara detail.

Mulai dari beberapa cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok, pemantik rokok, replika warung rokok, deretan foto, hingga sepeda tua yang digunakan pendiri Sampoerna untuk berjualan rokok, hingga peralatan marching band. Museum ini tutup pada tahun 2020 dikarenakan pandemi COVID-19.

  1. Taman Remaja Surabaya (TRS)

TRS merupakan salah satu tempat wisata legendaris dan sempat menjadi kebanggaan warga Surabaya. Berdiri sejak 1971, ada 20 wahana permainan yang ada di sana.

Tak hanya wahana permainan, Taman Hiburan Surabaya (THR) yang ada di kawasan TRS pun ikut terdampak. THR sendiri merupakan tempat pentas kesenian dan pertunjukan seperti ludruk.

TRS ditutup oleh Pemkot Surabaya lantaran kerja sama dengan pengelola sudah habis. Eksistensi TRS Surabaya memang telah usai sejak 2018. Namun, dikutip dari bpkad.surabaya.go.id, Pemkot Surabaya akan menghidupkan kembali kompleks THR dan TRS di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya tersebut. Pembangunan akan segera dimulai dan ditargetkan selesai akhir 2023.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut salah satu alasan THR harus hidup lagi karena sebagai pilihan wisata murah.

“Sudah, Insha Allah nanti sama kejaksaan tinggi lah. Berarti ada wisata murah di Surabaya. Saya inginnya THR seperti itu, targetnya selesai 2023 dimulai hari ini. Maksimal masuknya Rp25 ribu, terus kalau di dalamnya ada permainan beda lagi," kata Eri.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore