Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juli 2023 | 16.25 WIB

Jalan Ahmad Yani Gedangan Sidoarjo Bakal Macet hingga Akhir September

SUDAH MENJADI RUTINITAS: Kendaraan yang terjebak kemacetan di Jalan Raya Gedangan, Selasa (11/7). Kemacetan terjadi setiap hari karena volume kendaraan yang tidak sebanding dengan luas badan jalan. - Image

SUDAH MENJADI RUTINITAS: Kendaraan yang terjebak kemacetan di Jalan Raya Gedangan, Selasa (11/7). Kemacetan terjadi setiap hari karena volume kendaraan yang tidak sebanding dengan luas badan jalan.

JawaPos.com - Kemacetan tampak mengular di Jalan Ahmad Yani, Gedangan, Sidoarjo, Selasa (11/7). Volume kendaraan tinggi. Belum ada solusi lain dari petugas selain mengandalkan traffic light dan pengaturan manual.

Kemacetan diperparah dengan menyempitnya Jalan Ahmad Yani tepat di selatan SPBU Aloha. Jalannya tinggal separo. Sebab, separo lainnya ditutup seng karena masuk area pembangunan tiang pancang titik P.6A.

Manajer Konstruksi Flyover Aloha Muhammad Sadikin memperkirakan, titik tersebut ditutup separo sampai akhir September mendatang. Setelah itu, area yang ditutup seng bisa dibuka sehingga lebar jalan kembali normal.

’’Estimasinya dibuka setelah kita selesai pasang girder di atas titik tersebut,’’ ujar Sadikin.

Namun, jika pengerjaan molor, jalan di sana tetap ditutup separo. Pihaknya bakal menyelesaikan dulu, baru area tersebut aman untuk dibuka dan bisa digunakan lagi untuk jalan.

Di tengah kemacetan kemarin, petugas tidak bisa berbuat banyak. Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sidoarjo Dwi Tjahjo Mardisunu mengatakan, hingga kini pengaturan lalu lintas sudah dilakukan.

Petugas ditempatkan di sana untuk membantu pengaturan. Rambu, water barrier, dan traffic light juga sudah terpasang. Namun, imbas volume kendaraan tinggi, kemacetan masih terjadi.

Pihaknya tetap berupaya agar kemacetan tidak parah. ’’Pagi dan sore ada petugas. Termasuk, saat macet parah, petugas turun langsung. Tapi, memang volume kendaraan tinggi dan terimbas pembangunan flyover,’’ katanya.

Masalah lain juga muncul. Saat malam, ruas frontage road (FR) kerap digunakan untuk tempat nongkrong. Terutama di sisi utara. Banyak penjual kopi dan jajanan dadakan yang membuka lapak.

Puluhan motor warga yang nongkrong juga diparkir memakan bahu jalan FR. Apalagi, saat malam Minggu, jumlah warga yang nongkrong sangat banyak.

’’Terkait hal itu, kami berkoordinasi dengan satpol PP untuk penertiban. Sebab, seharusnya jalan tersebut memang steril,’’ ujarnya.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Tjarda mengatakan, ruas FR tidak boleh digunakan untuk berjualan. Baik saat kondisi macet maupun lengang sekalipun. ’’Aturannya tidak boleh, membahayakan juga kan,’’ katanya.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Sidoarjo untuk melakukan penertiban. Namun, dia mengaku selama ini belum ada penertiban di sana. (uzi/c7/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore