
SUDAH MENJADI RUTINITAS: Kendaraan yang terjebak kemacetan di Jalan Raya Gedangan, Selasa (11/7). Kemacetan terjadi setiap hari karena volume kendaraan yang tidak sebanding dengan luas badan jalan.
JawaPos.com - Kemacetan tampak mengular di Jalan Ahmad Yani, Gedangan, Sidoarjo, Selasa (11/7). Volume kendaraan tinggi. Belum ada solusi lain dari petugas selain mengandalkan traffic light dan pengaturan manual.
Kemacetan diperparah dengan menyempitnya Jalan Ahmad Yani tepat di selatan SPBU Aloha. Jalannya tinggal separo. Sebab, separo lainnya ditutup seng karena masuk area pembangunan tiang pancang titik P.6A.
Manajer Konstruksi Flyover Aloha Muhammad Sadikin memperkirakan, titik tersebut ditutup separo sampai akhir September mendatang. Setelah itu, area yang ditutup seng bisa dibuka sehingga lebar jalan kembali normal.
’’Estimasinya dibuka setelah kita selesai pasang girder di atas titik tersebut,’’ ujar Sadikin.
Namun, jika pengerjaan molor, jalan di sana tetap ditutup separo. Pihaknya bakal menyelesaikan dulu, baru area tersebut aman untuk dibuka dan bisa digunakan lagi untuk jalan.
Di tengah kemacetan kemarin, petugas tidak bisa berbuat banyak. Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sidoarjo Dwi Tjahjo Mardisunu mengatakan, hingga kini pengaturan lalu lintas sudah dilakukan.
Petugas ditempatkan di sana untuk membantu pengaturan. Rambu, water barrier, dan traffic light juga sudah terpasang. Namun, imbas volume kendaraan tinggi, kemacetan masih terjadi.
Pihaknya tetap berupaya agar kemacetan tidak parah. ’’Pagi dan sore ada petugas. Termasuk, saat macet parah, petugas turun langsung. Tapi, memang volume kendaraan tinggi dan terimbas pembangunan flyover,’’ katanya.
Masalah lain juga muncul. Saat malam, ruas frontage road (FR) kerap digunakan untuk tempat nongkrong. Terutama di sisi utara. Banyak penjual kopi dan jajanan dadakan yang membuka lapak.
Puluhan motor warga yang nongkrong juga diparkir memakan bahu jalan FR. Apalagi, saat malam Minggu, jumlah warga yang nongkrong sangat banyak.
’’Terkait hal itu, kami berkoordinasi dengan satpol PP untuk penertiban. Sebab, seharusnya jalan tersebut memang steril,’’ ujarnya.
Kepala Satpol PP Sidoarjo Tjarda mengatakan, ruas FR tidak boleh digunakan untuk berjualan. Baik saat kondisi macet maupun lengang sekalipun. ’’Aturannya tidak boleh, membahayakan juga kan,’’ katanya.
Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Sidoarjo untuk melakukan penertiban. Namun, dia mengaku selama ini belum ada penertiban di sana. (uzi/c7/any)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
