
Ilustrasi kegiatan belajar siswa PAUD.
JawaPos.com–Dunia pendidikan sekarang ternyata tak hanya berubah dari segi kurikulum. Dari gaya merayakan kelulusan pun tidak lagi sama seperti 10 tahun ke belakang. Ada gaya baru untuk merayakan kelulusan, wisuda di gedung.
Gedung yang dipilih pun tidak cukup dari gedung sekolah. Bahkan, ada sekolah yang menyewa hotel untuk merayakan kelulusan para siswa. Hadir sejak pagi dengan polesan make up, tapi sayangnya tidak semua make up itu bisa menutupi raut wajah kesedihan dari para undangan wisuda kelulusan. Terutama orang tua, wali murid.
Di Surabaya, salah seorang wali murid yang menyekolahkan anaknya di salah satu SD mengaku keberatan dengan acara wisuda anaknya. Dia ditarik uang oleh sekolah sejumlah Rp 600 ribu. Sementara itu, dia bekerja sebagai penjual makanan di warung pinggir jalan.
”Ya mau tidak mau, saya cari pinjaman ke tetangga. Bahkan, ada yang sampai gadaikan KTP ke bank atau pinjaman harian. Utang Rp 1 juta, dapat Rp 800 ribu, balik ke orangnya Rp 1,3 juta,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya itu kepada JawaPos.com.
Dia sudah berusaha untuk menyampaikan kondisi finansialnya ke sekolah. Dia menyadari jika dihadapkan dengan dua kondisi, keuangan yang minim dan ingin melihat anaknya bahagia. ”Mau tidak mau saya ingin lihat anak senang, sekolah bilang nggak wajib tapi teman-temannya wisuda semua. Anak saya bagaimana, kasihan,” imbuh dia.
Hingga tulisan ini selesai dibuat, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh belum memberikan respons kepada JawaPos.com.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Zuhrotul Mar’ah berharap kepala dinas pendidikan segera memberikan jawaban yang tepat dan bijaksana melihat kondisi hal tersebut. Politikus PAN itu mengaku tak sedikit mendapatkan keluhan mengenai biaya wisuda yang hingga ratusan ribu.
”Saya memang di komisi yang tidak mengurusi pendidikan. Tapi, mendengarkan keluhan masyarakat adalah tugas semua anggota dewan DPRD, tidak mengenal komisi. Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pasti saya yakin juga akan melakukan hal yang terbaik untuk masyarakatnya, karena selama ini beliau mampu memperbaiki kondisi sosial ekonomi Surabaya,” papar Zuhrotul.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
