
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti saat mendampingi keluarga pasien di RSUD Soewandhie.
JawaPos.com–Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti, Rabu (31/5), saat menghadiri resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 menerima laporan WhatsApp dari warga. Yakni terkait situasi kritis seorang pasien.
Laporan itu mengenai keluhan pelayanan rumah sakit yang terkesan tidak maksimal dalam memberikan penanganan medis. Nama pasien, Asiasi, 52. Kondisi perempuan paro baya warga Tanah Kali Kedinding Surabaya tersebut mengharuskan masuk ruang ICU. Namun, sayangnya, hal itu tidak dapat dilakukan lantaran pihak RS menyatakan ruang ICU penuh.
Keadaan kurang mengenakan itu dialami pasien sejak datang ke RS Soewandhie Sabtu (27/5). Pasien harus menunggu hingga 3 hari di IGD, sebelum akhirnya masuk ke ruang perawatan pada Senin (29/5).
Usai kegiatan di balai kota, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun lantas menuju ke RS dan memastikan kondisi pasien. Saat tiba di RS, Reni mendapat konfirmasi dari pihak RS bahwa ruang ICU yang kosong telah tersedia bagi pasien untuk masuk.
Namun, Reni menyebut, nasib kurang beruntung dialami pasien. Nyawa pasien tidak tertolong sebelum pihak rumah sakit memindahkan ke ruang ICU.
Reni menyayangkan penanganan rumah sakit di tengah kegentingan pasien yang memerlukan tindakan segera. ”Keselamatan warga menjadi yang utama, siapapun itu,” ungkap Reni.
Reni menyatakan, semua orang tidak ada yang mengharapkan situasi sulit seperti itu. ”Tapi coba bayangkan yang mengalami itu adalah mereka yang merupakan ibu kita, keluarga kita, saudara kita,” ucap Reni.
Temuan itu menjadi sorotan wakil rakyat tersebut khususnya mengenai standar pelayanan rumah sakit dalam tindakan medis ketika terjadi antrean di ICU.
”RS Soewandhie ini pasiennya banyak, atas upaya perbaikan pelayanan, maupun peningkatan mutu, serta inovasi pelayanan kesehatan utamanya di rawat jalan, saya apresiasi. Tapi untuk kasus ini juga perlu jadi evaluasi,” papar Reni.
”Layanan rawat inap menjadi evaluasi karena jika rumah sakit melihat kegentingan yang dialami lalu bagaimana solusi memberi rujukan atau mengalihkan ke fasilitas kesehatan lain untuk dapat dilakukan tindakan medis,” imbuh Reni.
Menurut Reni, dibutuhkan koneksi dan integrasi pelayanan kesehatan. Dari satu RS ke RS lain. Kuncinya integrasi dan koneksi layanan.
”Era saat ini, integrasi pelayanan kesehatan antar rumah sakit sudah menjadi keniscayaan, saya minta direktur Rumah Sakit Soewandhie memperhatikan ini,” ucap Reni.
Selama di RS, Reni terus menguatkan keluarga pasien dengan mengajak kedua putri wali pasien itu untuk berdoa dan mengaji.
Hingga berita ini selesai ditulis, pihak RS Soewandhie belum bisa dimintai konfirmasi. Baik itu Direktur Utama RSUD Soewandhie Billy Daniel Messakh ataupun pihak humas rumah sakit.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
