
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji. (PDI Perjuangan Jatim)
JawaPos.com – DPRD Surabaya mendorong evaluasi menyeluruh atas satu tahun kepemimpinan periode kedua Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
Evaluasi Eri Cahyadi dan Armuji dinilai penting untuk memperkuat fondasi pemerintahan, khususnya di sektor hukum dan pelibatan publik, agar berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak YeBe menilai, sepanjang tahun pertama terdapat sejumlah dinamika kebijakan Eri Cahyadi dan Armuji yang perlu menjadi bahan perbaikan ke depan.
Menurut dia, beberapa isu yang muncul memiliki irisan langsung dengan stabilitas hukum dan keamanan di Kota Pahlawan.
“Sebagai bagian dari DPRD yang membidangi pemerintahan dan hukum, kami mencatat ada beberapa hal yang perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan persoalan lanjutan,” ujar YeBe.
Ia mengakui, kinerja pelayanan publik Pemkot Surabaya menunjukkan capaian yang cukup positif. Meski demikian, penguatan di bidang hukum dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama pada kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Pelayanan publik sudah berjalan cukup baik, tetapi aspek hukum masih perlu diperkuat agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” katanya.
YeBe menyebut, proses perumusan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan partisipasi publik juga perlu dievaluasi.
Sejumlah program pemerintah kota, seperti survei DTSEN, penanganan organisasi kemasyarakatan, pembentukan satuan tugas, hingga pengelolaan aset daerah, sempat memunculkan perdebatan di ruang publik.
“Beberapa kebijakan sempat menimbulkan respons beragam di masyarakat. Ini menjadi sinyal bahwa mekanisme partisipasi publik perlu diperkuat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti persoalan sengketa tanah, dinamika organisasi kemasyarakatan, dan tata kelola parkir yang dinilai sensitif serta berpotensi memicu instabilitas jika tidak ditangani secara tepat dan sesuai regulasi.
“Pendekatan hukum yang benar dan inklusif sangat dibutuhkan agar penyelesaiannya tidak menimbulkan gejolak baru,” jelasnya.
Dari sisi komunikasi kebijakan, YeBe juga mendorong adanya sinergi yang lebih erat antara Pemkot Surabaya dan DPRD sejak tahap perencanaan.
Ia menilai koordinasi awal penting agar kebijakan yang diambil memiliki landasan yang kuat dan minim kendala di lapangan.
“Kami berharap pembahasan bisa dilakukan sejak awal, sehingga DPRD dan pemerintah kota bisa berjalan seiring,” ucapnya.
Prinsipnya, ia optimistis Eri Cahyadi dan Armuji punya kapasitas untuk melakukan perbaikan pada tahun-tahun berikutnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
