
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengantarkan Whisnu Sakti Buana hingga ke peristirahatan terakhir.
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut berduka atas meninggalnya Whisnu Sakti Buana di Rumah Sakit HCOS atau Rumah Sakit Premier Surabaya sekitar pukul 23.17 pada Sabtu (27/5). Eri Cahyadi turut mengantar langsung jenazah almarhum Whisnu Sakti Buana mulai dari rumah duka, ke masjid untuk disalatkan, hingga dimakamkan di TPU Keputih.
Seusai pemakaman, Wali Kota Eri mengatakan Whisnu Sakti Buana adalah sosok sahabat, saudara, sekaligus seorang guru bagi dirinya. Menurutnya, tanpa ada sosok seperti Whisnu Sakti Buana, Surabaya tidak akan bisa menjadi kota seperti sekarang.
"Saya mendoakan bersama seluruh warga Surabaya, semoga Mas Whisnu Sakti Buana diampuni dari segala dosanya. Diterima semua amal kebajikannya dan diberikan tempat yang paling mulia oleh Gusti Allah SWT," kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri Cahyadi tak hadir sendiri, tampak pula di kediaman Whisnu Sakti Buana jajaran dari keluarga Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Eri bersama jajarannya berjanji, akan meneruskan kebaikan-kebaikan dan perjuangan yang selama ini dilakukan oleh mantan wali kota Surabaya tahun 2021 tersebut.
"Kami, Pemkot Surabaya dan saya pribadi serta seluruh jajaran bisa meneruskan perjuangan almarhum Whisnu Sakti Buana, bisa meneruskan kebaikan kebaikan yang selama ini ditebar Mas Whisnu Sakti Buana. Baik sebagai ketua DPC PDI Perjuangan maupun sebagai Wakil Wali Kota Surabaya," ujar Wali Kota Eri.
Dari kacamata Cak Eri - sapaan akrab Eri Cahyadi, sosok Whisnu Sakti Buana bukan hanya sosok keluarga dan guru. Baginya, Whisnu Sakti Buana sudah dianggap sebagai kakak.
"Satu kenangan terindah meski beliau menjadi wakil wali kota bermain ke rumah saya. Beliau duduk di teras rumah saya sambil rokokan (merokok) tidak mau di atas kursi, tidak mau di ruang tamu, tapi di teras. Dan sifat beliau tidak pernah berubah sampai beliau menjadi Wali Kota Surabaya," ucap Cak Eri sembari mengingat-ingat sosok Whisnu.
Cak Eri menambahkan, pelajaran yang ia petik selama mengenal sosok Whisnu adalah kerendahan hatinya. Di masa hidupnya, Whisnu tidak pernah memandang derajat maupun jabatannya sebagai wali kota maupun wakil wali kota. "Beliau mengutamakan rasa persaudaraan. Itu yang saya ambil hari ini, saya terapkan sebagai Wali Kota Surabaya, karena sampai kapanpun beliau kakak saya, senior saya dan guru saya," imbuhnya.
Kehilangan yang mendalam sangat dirasakan oleh Cak Eri. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya itu masih tak menyangka, kalau salah satu orang panutannya pergi begitu cepat.
"Kaget, dengar kabar Mas Whisnu tadi pagi, sekitar jam 1 dini hari. Kabarnya beliau punya penyakit jantung, mungkin karena itu beliau mengembuskan napas terakhirnya. Tapi sebelumnya sering bertemu bahkan beberapa hari lalu bertemu ketika ada acara, beliau seakan-akan sehat karena itulah beliau disayang sama Gusti Allah," tandas Cak Eri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
