Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Mei 2023 | 18.04 WIB

Empat Bocah Bobol SDN Penjaringansa dan Curi 36 Tablet, Bingung Menjual, Hasil Curian Disimpan di Kolong Kasur

BELUM LAKU: Kapolsek Rungkut Kompol Mochamad Fakih (kanan) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari rumah pelaku. - Image

BELUM LAKU: Kapolsek Rungkut Kompol Mochamad Fakih (kanan) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari rumah pelaku.

JawaPos.com – Empat bocah membobol SDN Penjaringansari I, Rungkut. Mereka membawa kabur empat laptop dan 36 tablet di ruang tata usaha. Semuanya hanya disimpan dan tidak terjual hingga tertangkap. Mereka menyimpannya di bawah kolong tempat tidur.

Para pelaku itu adalah MPA, NAF, BDA, dan MFB. Kapolsek Rungkut Kompol Mochamad Fakih menjelaskan, pencurian itu dilakukan pada Sabtu (6/5). Pencurian baru kali pertama diketahui petugas satpam sekolah pukul 06.00.

”Saksi melihat jendela ruang TU dalam kondisi terbuka, padahal biasanya tertutup,” ujarnya Rabu (17/5).

Setelah memeriksa isi ruangan, terdapat sejumlah barang elektronik yang raib. Mulai laptop sampai tablet. Fakih menuturkan, polisi melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan.

Petunjuk didapat dari CCTV di sekitar sekolah. MPA, salah seorang pelaku, sempat terlihat membawa kardus bersama tiga orang lainnya. ”Dia tinggal tidak jauh dari sekolah yang dibobol,” jelasnya.

Bocah 15 tahun itu selanjutnya dicari. MPA didapati sedang bermain futsal dengan dua pelaku lain, NAF dan BDA. ”Namanya anak-anak langsung mengaku. Hasil curiannya disebut dibawa MFB,” terangnya.

Fakih menuturkan, pencarian terhadap MFB tidak mudah. ”Versi keluarganya memang jarang pulang ke rumah,” katanya.

Belakangan, pihaknya mendeteksi keberadaannya di SPBU Aloha, Sidoarjo. MFB mengaku hasil curiannya disimpan di kolong tempat tidur. ”Belum ada yang terjual. Masih lengkap,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebelum mencuri, para pelaku pesta miras di sekitar sekolah. MFB kemudian mengajak tiga temannya menjarah sekolah. Mereka masuk dengan memanjat pagar. ”Kejadian pukul 03.00,” terangnya.

MFB yang menjadi otak pencurian berkilah ide menyelinap sekolah muncul spontan. Bahkan, dia mengaku tidak tahu akan menjual hasil curiannya ke mana.

”Yang tiga tidak berani bawa. Yang punya ide juga bingung. Jadi, hanya disimpan,” ujarnya. Fakih menyebut keempatnya bukan alumni sekolah yang dibobol. Hanya, rumahnya memang di sekitar lokasi. (edi/c19/eko)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore