Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2023 | 04.25 WIB

Pengalaman Tak Lazim, Biasanya Jenazah Perempuan Ajak ’’Teman’’

Ilustrasi. Rizky Janu/Jawa Pos - Image

Ilustrasi. Rizky Janu/Jawa Pos

Tugas tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri tidak lepas dari darah, jenazah, serta kadang kejadian di luar nalar. Bripka Erfan Risdianto yang bertugas di unit tersebut sejak 2008 mengungkap sejumlah pengalamannya.

---

ERFAN baru saja memulai piket pagi itu. Di ruang kerja yang didominasi cat oranye, handy talky-nya berbunyi. Mengabarkan penemuan jenazah perempuan yang mulai membusuk di salah satu kamar sebuah apartemen. Anggota Inafis Polri pun diminta menuju lokasi. Bukan perasaan ngeri atau seram yang langsung terlintas di benak pria 37 tahun tersebut. Namun, dia tahu tugasnya pada hari itu akan banyak.

Feeling Erfan punya alasan yang kuat. Pengalamannya menunjukkan jika ada temuan jenazah perempuan saat mengawali hari piket, kejadian itu seakan membuka kotak pandora. Biasanya akan ada laporan penemuan jenazah lain di tempat berbeda pada hari yang sama. ’’Bisa dibilang percaya atau tidak, tetapi fenomenanya seperti itu,” ujarnya.

Erfan menyebut jenazah perempuan yang didapati di awal tugas hampir selalu mengajak ’’teman”. Termasuk pagi itu. Beberapa jam kemudian, handy talky kembali menyebut adanya laporan pria gantung diri.

Warga Jalan Jojoran, Gubeng, tersebut menjelaskan, rentetan itu akan selesai jika yang ditemukan adalah jenazah pria. Jika jenazah lain di lokasi kedua adalah perempuan, hampir bisa dipastikan bakal ada laporan terkait jenazah lain yang menyusul pada hari yang sama.

’’Intensitasnya sering sekali. Makanya, saya berani menyampaikan,” ungkapnya.

Selain kebiasaan itu, Erfan punya satu keyakinan soal peralatan anggota Inafis. Dia mengaku tidak akan pernah mengeluarkannya dari mobil Inafis. Walaupun tengah malam. Bukan tanpa alasan. Berdasar pengalaman, tindakan itu bisa memicu sebuah laporan.

’’Dulu, kalau hampir tengah malam di hari piket, saya selalu memindahkan alat dari mobil ke ruangan. Mikirnya sudah malam, pasti tidak ada kejadian. Tetapi, setelah alat dipindah, malah ada kejadian,” ungkapnya.

Fenomena itu terjadi berulang. Erfan dan timnya yang terdiri atas dua orang akhirnya sepakat tidak akan pernah mengeluarkan peralatan dari mobil sebelum masa piket berakhir.

’’Di sini ada tiga tim piket. Untuk memastikan kelengkapan, alat sebaiknya di ruangan saat serah terima piket,” jelasnya.

Erfan menggelengkan kepala ketika disinggung pengalaman horor. Misalnya, melihat atau merasakan kehadiran hantu. Dia merasa selama ini tidak pernah mengalaminya. ’’Alhamdulillah tidak ada,” tutur Erfan, lantas terkekeh.

Tetapi, tidak berarti dia tak percaya dengan hal semacam itu. Erfan tetap meyakini adanya alam lain. Bahkan, dia selalu menyempatkan ’’meminta” bantuan jenazah yang ditangani kalau memang penyebab kematiannya diduga terkait pembunuhan.

Erfan percaya jenazah bisa membantunya dengan cara tersendiri. ’’Memang tidak bantuan secara langsung,” ungkapnya.

Bantuan itu biasanya melalui pandangan ketika olah tempat kejadian perkara (TKP). Seolah-olah ada yang menarik pandangannya ke arah barang bukti. Jadi, Erfan dan timnya bisa mendapat banyak petunjuk.

’’Salah satu tugas Inafis, mengumpulkan temuan di lokasi untuk selanjutnya dianalisis,” terangnya.

Di Surabaya, kasus temuan jenazah didominasi orang yang meninggal tanpa diketahui orang lain. Mayoritas ditemukan ketika kondisinya sudah membusuk. Erfan mengaku tidak pernah merasa jijik. Dia punya trik agar bau itu tidak mengganggunya.

Yakni, menghirup udara dalam-dalam ketika sampai di lokasi. ’’Setelahnya biasa saja. Ya tetap bau, tetapi tidak sampai mengganggu sekali,” ujarnya.

Erfan pun tidak sepakat dengan anggapan orang yang kehilangan nafsu makan setelah berhadapan dengan jenazah yang membusuk. Sebab, dia justru merasakan kebalikannya. ’’Mungkin karena capek di lokasi. Nafsu makan setelah bertugas itu malah tinggi,” tandasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore