
Photo
JawaPos.com- Keramaian Alun-Alun Kota Gresik pada Minggu (25/12) pagi, berubah kekagetan sesaat. Seorang ibu penjual semanggi di timur alun-alun, mendadak ambruk. Tidak sadarkan diri ketika melayani pembeli. Warga pun panik. Lalu, mereka membawanya ke rumah sakit terdekat. Nahas, nyawa si ibu tidak tertolong. Meninggal dunia.
Kapolsek Gresik Kota AKP Rachmat Triyanto mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bernama Misri. Perempuan 60 tahun itu berasal dari Kelurahan Kandangan Klakahrejo, Benowo, Surabaya. Korban memang biasa berjualan semanggi di alun-alun. Terutama saat Sabtu dan Minggu.
“Sekitar pukul 10.00 WIB, tiba tiba korban merasa pusing dan kemudian korban jatuh di tempat jualannya. Selama ini, dari keterangan keluar, korban mempunyai riwayat sakit darah tinggi,” ungkapnya.
Melihat kejadian itu, warga langsung meminta bantuan tim kesehatan yang sedang berjaga di Pos Pam Nataru di Alun-alun. Korban pun langsung dibawah ke Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. ’’Namun setelah di lakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Rachmat.
Sementara itu, tragedi meninggal mendadak juga terjadi di Sidoarjo. Sugiono, seorang pengamen, tewas di pintu keluar Terminal Purabaya, Bungurasih, Kecamatan Waru, dini hari kemarin (25/12). Sebelumnya, lelaki 55 tahun itu mengalami kejang-kejang.
Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, Kanitreskrim Polsek Waru Iptu Ahmad Yani mengatakan, korban memang sehari-harinya mengamen dari satu bus ke bus yang lain. Mulanya Sugiono sedang mengamen di pintu keluar terminal sekitar pukul 00.00 WIB. ’’Korban ngamen di situ, tapi kata pengamen lain korban memang sudah dalam kondisi yang terlihat lesu,’’ tuturnya.
Sekitar pukul 02.00 WIB, seorang pengamen lainnya melihat Sugiono yang awalnya tegak menenteng gitar tiba-tiba terjatuh. Tidak sampai di situ, setelah telentang, pria asal Kediri itu mengalami kejang-kejang. Karena panik, pengamen dan petugas terminal yang saat itu berada di lokasi langsung mendekat.
Saat beberapa pengamen mengerubungi jasad pengamen itu, datanglah anak korban ke lokasi. ’’Tidak lama kemudian juga petugas kami datang setelah mendapatkan laporan tersebut,’’ ungkapnya.
Korban lalu dibalut kain seadanya dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk mendapatkan visum. Dari identifikasi awal, Yani menyebut tidak ada kekerasan fisik yang diterima dari tubuh korban. Di samping itu, dari keterangan anak korban yang bernama Dwi Lestari, 24, ayahnya memang selama seminggu ini mengeluhkan sakit di dada.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
