
Photo
JawaPos.com- Niat hati merantau keluar dari kampung, untuk mencari nafkah keluarga. Berjualan buah nanas di pasas Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Namun, justru nyawanya terenggut. Dibunuh. Korban dikeroyok sekelompok orang. Itulah tragedi yang menimpa Eko Bayu Asmoro.
Selasa (15/11), mayat pemuda asal Desa Sumberejo, Kecamatan Malo, Bojonegoro, itu ditemukan tergeletak di Pasar Gadung. Tepatnya, di sebuah deretan ruko pasar tersebut. Kali pertama mayat tersebut ditemukan oleh Sukisno, salah seorang pedagang sayur yang berada di depan ruko.
Awalnya, saksi menduga korban tersebut sedang tidur. Sukisno pun berupaya membangunkan. Namun, ternyata sama sekali tidak bergerak. Akhirnya, dia pun meminta tolong warga lain untuk memindahkan jenazah itu masuk ke ruko.
Setelah itu melaporkan ke polisi. Saat ditemukan, wajah korban lebam-lebam. Terlebih di sekitar kedua matanya. "Kondisinya berbaring di depan ruko saya, pada Selasa, sekitar pukul 16.30 WIB," terang pria 57 tahun itu.
Menurut beberapa warga lainnya, korban belum lama berjualan buah nanas di Pasar Gadung. Sejumlah saksi lain sempat melihat korban dikeroyok oleh segerombolan pemuda. Sebelumnya, para pelaku itu disebut pesta minuman keras (miras) di kawasan pasar itu.
Setelah mengeroyok, korban pun ditinggalkan tergeletak di tanah begitu saja. Ada dugaan, pelaku itu merupakan anggota perguruan silat. Namun, sejauh ini belum diketahui motif pembunihan itu.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengusut kasus tersebut. Termasuk, mencari penyebab pasti kematian korban. "Kami masih menunggu hasil otopsi rumah sakit," jelasnya.
Dari hasil otopsi luar, kata Wahyu, pihaknya tidak mengelak bahwa korban mati karena dibunuh. Bahkan, pihaknya telah mengamankan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. "Masih proses penyelidikan lebih lanjut. Perkembangan selanjutnya akan segera kami sampaikan," tuturnya.
Dia tidak menampik dari hasil identifikasi, korban bernama Eko Bayu Asmoro, 21, asal Bojonegoro. "Korban belum lama berjualan nanas di sekitar pasar. Setiap malam korban kerap tidur di sekitar teras ruko Pasar Gadung itu," ungkap alumnus Akpol 2015 itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
