
Photo
JawaPos.com– Jembatan Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, yang sedang dibangun segera tuntas. Perkiraannya, seminggu lagi proyek senilai Rp 839 juta itu sudah bisa dilewati.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, saat ini pembangunan fisik jembatan dengan panjang 7,3 meter dan lebar 6,66 meter tersebut sudah tuntas 100 persen. Tinggal menunggu kering.
”Sesuai jadwalnya, akhir bulan ini pengerjaan fisiknya sudah tuntas semua,’’ katanya. Dengan demikian, awal bulan depan atau seminggu lagi sudah bisa dilewati. ”Sudah tidak perlu uji coba lagi karena sudah diukur, bisa langsung dilewati,’’ jelas Dwi.
Selain di Banjarkemantren tersebut, Pemkab Sidoarjo tahun ini juga membangun tiga jembatan lainnya. Yakni, Jembatan Durungbanjar di Kecamatan Candi dengan panjang 18 m dan lebar 9 meter; jembatan di Jalan Raya Tropodo perbatasan Desa Pabean, Kecamatan Sedati, dengan panjang 13,2 meter dan lebar 5 meter; serta jembatan Desa Kraton, Kecamatan Krian, sepanjang 25 meter dan lebar 4 meter.
Pengerjaan tiga jembatan tersebut, lanjut Dwi, optimistis selesai akhir tahun. Dua jembatan berjalan on progress, sementara itu jembatan Desa Kraton, Krian, sedikit lebih lambat. Bahkan, sebelumnya sempat disidak Wakil Bupati Sidoarjo Subandi karena telat 15 persen dari target. Namun, saat ini permasalahan keterlambatan jembatan sudah teratasi.
Dwi mengatakan, sebelumnya pembangunan fondasi jembatan agak molor. Penyebabnya, debit air tinggi di saluran sekunder Mangetan Kanal tinggi. Akibatnya, pemasangan kisdam terhambat dan pemasangan fondasi molor. Selain itu, pengadaan girder baja untuk geladak jembatan agak molor. Girder dipesan terpisah.
”Pengadaan girder sepanjang 25 meter atau sesuai panjang jembatan itu agak telat. Biasanya dari besi, ini dari baja. Pengadaannya telat sehingga pemasangannya jadi mundur,’’ kata Dwi.
Namun, saat ini seluruh masalah tersebut teratasi. Seluruh material sudah on set atau siap. ”Karena sudah on set begini, nanti cepat pembangunannya karena tinggal pasang saja,’’ katanya.
Karena itu, keterlambatan 15 persen bisa dikejar dan akhir tahun bakal tuntas 100 persen sehingga awal tahun depan bisa dilewati.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
