Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Juli 2022 | 22.48 WIB

Keluar Mal Pelayanan Publik Surabaya Bisa Langsung Realisasi Usaha

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik Siola, Kota Surabaya, Jumat (18/2). Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik Siola, Kota Surabaya, Jumat (18/2). Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com - Pembenahan kualitas layanan publik menyasar kemudahan berinvestasi di Surabaya. Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya menjamin permasalahan untuk menjalankan usaha atau penanaman modal akan mudah. Pembenahan pun sedang dilakukan. Salah satunya, mengintegrasikan pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola.

Kepala DPMPTSP Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, peluang investasi di Surabaya sangat terbuka lebar. Banyak sektor yang memiliki potensi untuk bisa eksis di kota dagang dan jasa ini. Mulai kebutuhan primer sampai sekunder, nilai ekonominya sangat tinggi.

”Yang perlu menjadi perhatian adalah Surabaya sebagai city hub bagi wilayah lain. Ini nilai jual Surabaya yang belum tentu dimiliki wilayah lain. Karena itu, upaya untuk mengenalkan Surabaya sebagai kota investasi terus kita lakukan,” katanya.

Dia menyebut Surabaya Utara, misalnya, eksis sebagai wilayah dengan kawasan kegiatan penunjang, seperti pergudangan dan transportasi. Pihaknya pun sudah memetakan kelebihan wilayah tersebut dalam sebuah paket informasi prospektus usaha. Saat penanam modal datang, sudah punya gambaran di mana tempat yang cocok untuk usaha.

Dia mengatakan, hal itu juga dikemas dengan kemudahan perizinan. Misalnya, ada investor yang berminat untuk membangun hotel, DPMPTSP bakal menunjukkan peta Surabaya yang memiliki klasifikasi untuk pengembangan usaha tersebut. Setelah itu, akan dibawa untuk pengurusan perizinan lain, misal izin lokasi dan lainnya.

”Sistem kami sudah terkoneksi dengan peta rencana detail tata ruang (RDTR) Surabaya. Kalau sudah mantap, lanjut pendampingan untuk memproses yang lain. Apalagi sekarang semua sudah online ya, perizinan di Online Single Submission (OSS) dan Surabaya Single Window (SSW) Alfa juga online. Kami rasa ini akan sangat memudahkan investor,” katanya.

Dewi menyebut kini pihaknya juga sedang menyiapkan klinik investasi yang lebih matang. Melalui fasilitas itu, pengusaha bisa berkonsultasi lengkap dengan petugas di sana. Baik soal perizinan maupun peluang usaha.

”Sementara tempatnya ada di lantai 3 Gedung Siola. Namun, sekarang kita sedang siapkan dalam satu lokasi di MPP. Harapannya, keluar dari MPP, investor sudah siap memulai dan menjalankan rencana usahanya,” kata Dewi.

Dia meyakinkan saat ini ekonomi Surabaya sedang berada di puncak gairah. Menilik dari laporan investasi tahun lalu, posisi Surabaya berada di peringkat kedua nasional. Dengan ekonomi yang sudah tidak lagi pincang, dia merasa target Rp 42 triliun pada 2022 bisa tercapai.

”Target itu tentu bukan angka kosong. Sebab, kami pun sudah berkonsultasi dengan perguruan tinggi untuk melihat prospek Surabaya di tahun ini. Karena itu, kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk investor datang, baik PMA maupun PMDN,” jelas Dewi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore