
Photo
JawaPos.com- Hanya ada dua kandidat yang bersaing menjadi nakhoda Partai Demokrat (PD) Surabaya. Lucy Kurniasari dan Herlina Harsono Njoto. Dalam forum Musyawarah Cabang (Muscab) IV Serentak Tahap II DPC Demokrat Surabaya di Hotel Shangri-La kemarin (20/6), keduanya ditetapkan sebagai calon ketua DPC Demokrat Surabaya.
Sebelum menyandang status calon ketua DPC Demokrat Surabaya periode 2022–2027, Lucy dan Herlina mengikuti verifikasi faktual. Mereka diminta mengumpulkan sejumlah berkas. Setelah itu, dokumen dipelototi panitia muscab. Tahapan tersebut berjalan selama dua hari, yakni 18-19 Juni.
Dalam verifikasi faktual, panitia menghitung jumlah dukungan yang sah untuk dua calon ketua DPC Demokrat Surabaya itu. Dari 31 PAC Demokrat, Lucy didukung 18 PAC dan Herlina mengantongi 11 dukungan PAC.
Selain Surabaya, ada 21 kabupaten/kota lain yang mengikuti muscab. Di antaranya, Sidoarjo, Probolinggo, Jombang, hingga Mojokerto. Sebanyak 16 daerah hanya memiliki satu calon ketua (aklamasi). Ketua BPOKK DPD PD Jawa Timur Mugianto menyatakan, calon tunggal tetap mengikuti fit and proper test.
Kini Lucy dan Herlina bersiap menjalani tahapan berikutnya, yaitu fit and proper test. Mugianto mengatakan, uji kelayakan dan kepatutan itu digelar 14 hari setelah muscab. Dalam kegiatan itu, pihaknya melibatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. ”Nanti fit and proper test dilakukan tim lima, tiga dari DPP dan dua dari DPD,” tuturnya.
Ditemui setelah muscab, Lucy dan Herlina optimistis mampu melewati fit and proper test. Lucy mengatakan, konstelasi politik telah usai. Dukung-mendukung dalam muscab sudah biasa terjadi. Menurut dia, kini saatnya berpikir bersama untuk tumbuh dan bergerak memenangkan partai pada Pemilu 2024. ”Bersatu untuk satu tujuan membesarkan Partai Demokrat di Surabaya,” ucapnya.
Senada dengan Lucy, Herlina berharap kondisi internal Demokrat tetap adem saat muscab berlangsung. Para kader diimbau menjaga persatuan. ”Jangan ada rasa benci, tapi rasa bertumbuh dan bergerak untuk Demokrat,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Dardak menuturkan, seluruh DPC dan PAC menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Para kader memahami bahwa regenerasi kepemimpinan dibutuhkan di semua organisasi, termasuk partai politik (parpol).
Tak dimungkiri, dinamika dan proses berpolitik beragam. ”Kami meyakini bahwa ini butuh proses untuk konsolidasi. Pada hakikatnya, ini pelajaran buat kami menjadi organisasi yang kompak, solid, dan tegak lurus sesuai DPP,” terangnya.
Wakil gubernur Jatim itu menegaskan, muscab harus berjalan lancar. Pasca kegiatan tersebut, dia memastikan tidak ada proses babat-membabat pendukung calon ketua yang kalah dalam pemilihan. Emil akan menggunakan kewenangannya untuk menekan hal itu. Menurut dia, partai wajib mengedepankan kinerja untuk menentukan pimpinan PAC-PAC di daerah.
”Panas atau tidaknya kembali ke individu masing-masing dan calon yang diusung. Bisa jadi calon ketuanya ngopi bareng, tapi pendukungnya yang gontok-gontokan,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Lucy dan Herlina bersaing menjadi calon ketua DPC Demokrat Surabaya. Dua srikandi Demokrat itu sama-sama memiliki basis dukungan yang kuat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
