
Photo
JawaPos.com- Identitas dan penyebab seorang kakek yang meninggal di SPBU Medaeng, Sidoarjo, pada Minggu (5/6) lalu akhirnya diketahui. Senin (6/6) Polsek Waru menyebut kakek itu bernama Toto Widoyono, 60. Warga Nginden Jangkungan, Surabaya. Dia diketahui memiliki sakit kencing manis dan gangguan pada paru-paru.
Berdasar rekaman CCTV SPBU Medaeng, sebelum kejadian terlihat Toto keluar dari kamar mandi dan berjalan sempoyongan. Setelah berjalan beberapa meter saja, Toto terjatuh duduk, batuk, dan tewas. Kejadian tersebut juga dibenarkan Dwi, salah seorang petugas SPBU Medaeng. ”Sempat mau ditolong ibu-ibu kalau gak salah, tapi malah muntah darah dan meninggal,” ujarnya.
Dia menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir, Toto sering datang dan menggunakan toilet umum di SPBU Medaeng. Walau Toto sering datang, Dwi dan rekannya tidak pernah mengetahui siapa kakek tersebut.
Anggota Reskrim Polsek Waru Aipda Fuad Junaedi mengungkapkan, berdasar laporan yang diterimanya, kakek tersebut meninggal pada pukul 11.45. Tidak berselang lama, pihaknya bersama petugas yang lain bergegas menuju TKP untuk mengevakuasi korban. ”Setelah sampai, kita olah TKP, kemudian langsung kita larikan ke RS Bhayangkara Polda Jatim,” ujarnya.
Dari olah TKP tersebut, ditemukan barang bukti berupa sarung, peci, dan celana pendek yang digunakan Toto serta tas hitam yang berisi beberapa lembar uang dan recehan koin. Tidak ada tanda identitas apa pun. Selain itu, terlihat muntahan darah di dekat kepala jenazah.
Fuad menuturkan, dari hasil visum yang didapat, tidak ada kekerasan fisik di tubuh jenazah. Tewasnya kakek 60 tahun tersebut diduga karena riwayat penyakit diabetes dan paru-paru yang dideritanya. Berdasar penelusuran Unit Reskrim Polsek Waru, Toto diketahui tinggal di kos seorang diri di sekitar SPBU Medaeng. ”Almarhum sebelumnya merupakan polisi cepek di pertigaan sekitar Terminal Bungurasih,” tutur Fuad.
Hingga kemarin pagi, korban sudah dibawa keluarga dan disemayamkan di daerah Nginden Jangkungan. Saat didatangi ke rumah duka, keluarga enggan dimintai keterangan mengapa Toto bisa tinggal seorang diri di rumah kos daerah Medaeng, Sidoarjo.
Walaupun begitu, Endra, 24, tetangga sekitar rumah keluarga Toto, mengatakan sudah berbulan-bulan kakek 60 tahun tersebut tidak terlihat di rumah. ”Tadi pagi dimakamkannya,” ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
