Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 April 2022 | 05.41 WIB

RS Universitas Airlangga Ditunjuk sebagai Pusat Rujukan Selama Lebaran

SIAGA: Kepala Kepegawaian Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Heru Prastyo (tiga dari kiri) dan Dorektur RSUA Prof Dr Nasronudin (dua dari kiri) melakukan kunjungan di IGD Rumah Sakit Unari, Surabaya, Rabu (27/4). (Robertus Risky - Image

SIAGA: Kepala Kepegawaian Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Heru Prastyo (tiga dari kiri) dan Dorektur RSUA Prof Dr Nasronudin (dua dari kiri) melakukan kunjungan di IGD Rumah Sakit Unari, Surabaya, Rabu (27/4). (Robertus Risky

JawaPos.com – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) ditunjuk sebagai pusat rujukan selama Lebaran oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tim dari Kemenkes pun meninjau langsung fasilitas dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki RSUA, Rabu (27/4).

Direktur Pelayanan Kesehatan Primer (PKP) Kemenkes dr Yanti Herman menyampaikan, setelah dua tahun pemerintah melarang mudik Lebaran, tahun ini Presiden Joko Widodo memperbolehkan mudik. Diprediksi, total ada sekitar 85 juta orang se-Indonesia yang melakukan mudik Lebaran. ”Persentase paling banyak adalah pemudik menuju ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” katanya.

Karena itulah, upaya mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit-penyakit tertentu dilakukan. Baik penyakit yang bisa tuntas di layanan primer maupun penyakit yang harus dilayani lebih kompleks.

Posko-posko layanan kesehatan di jalur-jalur tol maupun non-tol, termasuk area publik, disediakan. ”Kami mengaktifkan fasilitas pelayanan kesehatan setelah dua tahun mudik Lebaran dilarang,” ujarnya.

Yanti menjelaskan, wilayah-wilayah tertentu yang memiliki fasilitas kesehatan dan dekat dengan posko merupakan tanggung jawab faskes pertama dan rumah sakit rujukan, baik pemerintah maupun swasta. Termasuk RSUA yang dijadikan pusat rujukan selama Lebaran.

”Termasuk akan diaktifkan kembali isolasi terpadu (isoter) yang ada selama ini. Tujuannya, mengantisipasi ketika ada pemudik yang positif Covid-19 saat diperiksa tes antigen,” jelas dia.

Dalam tinjauan kemarin, RSUA memenuhi kesiapan yang diinginkan Kemenkes sebagai RS pusat rujukan Lebaran. Termasuk SDM-nya. RS pusat rujukan juga diminta untuk menyiapkan layanan semipoliklinik selain instalasi gawat darurat (IGD). ”Karena ini kan libur bersama. Jadi, harus disiapkan SDM-nya,” tuturnya.

Direktur RSUA Prof dr Nasronudin SpPD KPTI-FINASIM merasa sangat senang RSUA dipercaya Kemenkes sebagai pusat rujukan selama Lebaran. Sebab, di Jawa Timur tidak banyak rumah sakit yang ditunjuk. ”Kalau tidak salah, hanya RSUD dr Soetomo dan RSUA,” ujarnya.

Nasronudin telah mempersiapkan diri. Baik dari SDM, ruangan, maupun fasilitas penunjang lainnya. Misalnya, laboratorium, radiologi, dan obat-obatan. Pengaturan SDM dan ruangan akan dilakukan lebih fleksibel. Sebab, belum diketahui kasus yang banyak terjadi penyakit infeksi atau nononifeksi. ”Prinsipnya, kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Tadi juga sudah dilihat fasilitas dan ruangan di rumah sakit kami,” katanya.

Nasronudin menyatakan, kapasitas ruangan yang dimiliki RSUA sangat besar. Jika kapasitas dioptimalkan, ada 500 ruangan atau tempat tidur. Termasuk untuk penyakit infeksi dan noninfeksi. ”Di intensive care unit, ada 35 ventilator. Di high care unit (HCU), ada 70-an. Kapasitasnya besar,” ungkapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore