Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 April 2022 | 13.02 WIB

Pasien Covid-19 Tak Sampai 50 Orang, Hotel Asrama Haji Resmi Ditutup

Hotel Asrama Haji. Humas Pemkot Surabaya - Image

Hotel Asrama Haji. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Sejak 23 Maret, penambahan kasus harian konfirmasi Covid-19 di Kota Surabaya, berada di bawah angka 100 (pasien). Per 6–12 April, penambahan kasus harian konfirmasi Covid-19 berada di bawah angka 50 (pasien).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina menyebut, pihaknya terus menekan angka persebaran kasus aktif Covid-19 di Kota Pahlawan. Hasilnya, sejak minggu kedua Maret hingga 12 April, kasus Covid-19 mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data assessment situasi Covid-19 di Kota Surabaya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada minggu kedua Maret–minggu kedua April, kasus konfirmasi Covid-19 berada di angka 53,93 persen per 100 ribu penduduk menjadi 6,76 per 100 ribu penduduk.

”Angka rawat inap RS mencapai 7,41 persen per 100 ribu penduduk, menjadi 2,29 persen per 100 ribu penduduk. Serta, angka positif rate 8,36 persen menjadi 1,24 persen,” terang Nanik.

”Penyebab terjadinya penurunan kasus Covid-19 di Kota Surabaya adalah capaian program vaksinasi yang cukup baik. Yakni, capaian dosis primer maupun booster yang cukup signifikan, sehingga membentuk kekebalan tubuh masyarakat terhadap Covid-19,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Nanik, Dinkes Kota Surabaya juga terus berupaya untuk melakukan pembatasan aktivitas masyarakat. Mulai pembatasan mobilitas masyarakat antar wilayah di Indonesia, hingga luar negeri untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19.

”Hal ini dinilai efektif untuk menurunkan penularan Covid-19 di masyarakat, dengan terus dilakukan dievaluasi setiap dua pekan. Serta, melakukan pengawasan prokes untuk memastikan kedisiplinan masyarakat,” ungkap Nanik.

Meski terjadi penurunan kasus aktif Covid-19, pihaknya tetap konsisten dengan upaya yang dilakukan selama ini untuk menurunkan risiko penularan kasus. Khususnya di ruang lingkup keluarga, tempat kerja, tempat belajar, dan lingkungan masyarakat.

”Mulai penerapan prokes di setiap bidang seperti keagamaan, pendidikan, industri dan transportasi secara terintegrasi dengan pengawasan ketat. Kemudian, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam mengakses tempat-tempat umum dan layanan publik,” ujar Nanik.

Nanik menambahkan, upaya untuk menurunkan resiko penularan kasus Covid-19 adalah melaksanakan surveilans aktif secara berkala. Khususnya pada closed population, yakni tempat kerja, sekolah, hotel, dan mal setiap bulan. Melaksanakan assessment dan mitigasi terhadap tempat-tempat umum, pelaksanaan perayaan atau acara yang melibatkan peran Satgas Covid-19.

”Serta tetap mengoptimalkan peran Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo dalam melakukan pengendalian kasus Covid-19. Hasilnya, per 12 April, tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di Hotel Asrama Haji (HAH) nihil atau tidak ada pasien,” tutur Nanik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore