Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 April 2022 | 05.07 WIB

Remaja Surabaya Tawuran Lagi, 5 Anak SMP-SMA Diamankan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Tawuran kembali terjadi pada Jumat (7/4) dini hari di Jalan Bogangin, Surabaya. Puluhan remaja yang terlibat tawuran itu masih berusia belasan tahun. Dari tawuran itu, lima anak diamankan petugas.

Mereka berbekal senjata yang sama dengan tawuran yang sebelumnya. Yakni sarung berisi batu. Salah satu saksi di lokasi, Rizal mengatakan, tawuran tersebut melibatkan puluhan remaja. Mereka membekali diri dengan kayu, besi, hingga sarung yang ujungnya diberi gir sepeda atau batu.

Rizal juga melihat ada sekitar lima orang remaja yang ditangkap polisi yang tengah patroli. Lima pelaku tersebut terdiri atas warga Jalan Wiyung, Jalan Balas Klumprik, dan Jalan Boganging.

”Ada 5 orang anak yang ditangkap. Infonya, anak Wiyung, Balas Klumprik, dan Boganging,” kata Rizal pada Minggu (10/4).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Karang Pilang Kompol Eko Sudarmanto membenarkan adanya pembubaran aksi tawuran tersebut. Dia juga tak menyanggah ada lima orang remaja yang diamankan.

Mereka adalah ESW, 17; AR, 15; warga Jalan Bogangin Gang 2B. Remaja ketiga yang diamankan adalah MIR, 15, yang tinggal di Jalan Wiyung Gang 1. Lalu JAR, 18, dari Jalan Balas Klumprik; dan MRA, 14, warga Jarsongo, Jajartunggal.

Kelima anak tersebut, kata Joko, setelah ditangkap langsung diberi pembinaan oleh petugas. Selain itu, orang tua para pelaku itu juga dipanggil untuk menjemput mereka di Mapolsek Karang Pilang.

”Kita lakukan pembinaan, karena adik-adik ini bukan pelaku utama. Hanya ikut-ikutan. Tadi bersama 3 pilar kami panggil orang tua mereka dan kami berikan arahan,” tutur Joko.

Setelah diberi arahan dan pembinaan, para pelaku membuat surat pernyataan dan berjanji tak melakukan tawuran lagi. Setelah itu, mereka disuruh bersimpuh meminta maaf kepada orang tuanya.

Eko mengimbau kepada seluruh orang tua, supaya memperhatikan anaknya yang hendak melakukan aktivitas pada malam hari. Hal itu untuk menghindari terlibat tawuran dan menjadi korban.

”Tadi juga saya sampaikan, supaya para orang tua mengawasi kegiatan anak-anaknya. Jangan sampai mereka jadi korban, karena anak adalah aset,” ujar Eko.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore