
Photo
JawaPos.com–Tawuran kembali terjadi pada Jumat (7/4) dini hari di Jalan Bogangin, Surabaya. Puluhan remaja yang terlibat tawuran itu masih berusia belasan tahun. Dari tawuran itu, lima anak diamankan petugas.
Mereka berbekal senjata yang sama dengan tawuran yang sebelumnya. Yakni sarung berisi batu. Salah satu saksi di lokasi, Rizal mengatakan, tawuran tersebut melibatkan puluhan remaja. Mereka membekali diri dengan kayu, besi, hingga sarung yang ujungnya diberi gir sepeda atau batu.
Rizal juga melihat ada sekitar lima orang remaja yang ditangkap polisi yang tengah patroli. Lima pelaku tersebut terdiri atas warga Jalan Wiyung, Jalan Balas Klumprik, dan Jalan Boganging.
”Ada 5 orang anak yang ditangkap. Infonya, anak Wiyung, Balas Klumprik, dan Boganging,” kata Rizal pada Minggu (10/4).
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Karang Pilang Kompol Eko Sudarmanto membenarkan adanya pembubaran aksi tawuran tersebut. Dia juga tak menyanggah ada lima orang remaja yang diamankan.
Mereka adalah ESW, 17; AR, 15; warga Jalan Bogangin Gang 2B. Remaja ketiga yang diamankan adalah MIR, 15, yang tinggal di Jalan Wiyung Gang 1. Lalu JAR, 18, dari Jalan Balas Klumprik; dan MRA, 14, warga Jarsongo, Jajartunggal.
Kelima anak tersebut, kata Joko, setelah ditangkap langsung diberi pembinaan oleh petugas. Selain itu, orang tua para pelaku itu juga dipanggil untuk menjemput mereka di Mapolsek Karang Pilang.
”Kita lakukan pembinaan, karena adik-adik ini bukan pelaku utama. Hanya ikut-ikutan. Tadi bersama 3 pilar kami panggil orang tua mereka dan kami berikan arahan,” tutur Joko.
Setelah diberi arahan dan pembinaan, para pelaku membuat surat pernyataan dan berjanji tak melakukan tawuran lagi. Setelah itu, mereka disuruh bersimpuh meminta maaf kepada orang tuanya.
Eko mengimbau kepada seluruh orang tua, supaya memperhatikan anaknya yang hendak melakukan aktivitas pada malam hari. Hal itu untuk menghindari terlibat tawuran dan menjadi korban.
”Tadi juga saya sampaikan, supaya para orang tua mengawasi kegiatan anak-anaknya. Jangan sampai mereka jadi korban, karena anak adalah aset,” ujar Eko.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
