
Photo
JawaPos.com – Hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kuota 100 persen berjalan lancar Senin (28/3). Anak-anak mengikuti pembelajaran dengan antusias.
Tasya Putri, siswa kelas III SDN Kaliasin 1, merasa senang bisa masuk sekolah. Dia bisa berjumpa lagi dengan teman-teman sekolahnya. Selama dua tahun pandemi, dia jarang sekali bertemu teman sebayanya.
”Senang sih karena bisa bertemu teman-teman lagi,’’ kata Tasya, Senin.
Antusiasme juga dirasakan siswa jenjang SMP. Alfarel Bintang, siswa SMPN 19, mengaku senang bisa kembali sekolah normal karena dapat berinteraksi dengan teman-teman. Dengan PTM, transfer ilmu dari guru kepada siswa juga jauh lebih efektif.
”Sangat senang. Akhirnya bisa benar-benar sekolah normal lagi,’’ ujarnya.
Rasa senang juga diungkapkan orang tua siswa. Siti Jannah, salah seorang wali murid SDN Kapasari VIII, menyatakan sudah lama berharap PTM diadakan secara penuh.
Menurut dia, memang sudah saatnya PTM diberlakukan 100 persen. Itu mempermudah orang tua karena selama ini harus menyisihkan banyak waktu untuk mengajari putra-putrinya. ’’Dengan PTM 100 persen, anak-anak bisa diajar dan dibimbing maksimal oleh guru,’’ tuturnya.
Di sisi lain, PTM dengan kuota penuh berdampak pada kondisi sekolah. Sebagian lembaga kesulitan untuk menampung seluruh siswanya. Sebab, ruang kelas terbatas. Salah satunya terjadi di SDN Tembok Dukuh 1. Sekolah tersebut memiliki 22 rombongan belajar (rombel). Total siswa 623 anak. Sementara itu, ruang kelas berjumlah 12 ruangan.
Untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, pihak sekolah membagi jam masuk menjadi dua gelombang. Pada gelombang pertama, yang masuk siswa kelas I–III. Mereka mulai belajar pukul 07.00 sampai pukul 09.30. Berikutnya, pukul 10.00 sampai 12.30 giliran siswa kelas IV sampai VI. ”Memang harus disesuaikan dengan kondisi sekolah. Tapi, intinya PTM 100 persen,’’ jelas Kepala SDN Tembok Dukuh I Sulaksono Tavip Riyadi.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Surabaya Yusuf Masruh tidak mempersoalkan kondisi itu. PTM kuota penuh memang harus disesuaikan dengan kondisi lembaga. Terutama daya tampung ruang kelas. Yang terpenting, jelas dia, anak-anak bisa kembali merasakan sekolah tatap muka dengan nyaman dan aman.
”Yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan keamanan anak. Bagaimana agar anak betah belajar di sekolah,’’ ujar Yusuf.
Berdasar pantauan, lanjut dia, proses belajar-mengajar di sekolah berlangsung lancar dan tertib. Semua siswa tidak pernah lepas dari penggunaan masker. Interaksi antarsiswa yang menimbulkan kontak fisik juga diminimalisasi. ”Saya lihat anak-anak sangat disiplin. Tidak perlu diingatkan, mereka sudah memahami pentingnya prokes,’’ paparnya.
Berdasar laporan kemarin, jelas dia, 90 persen siswa sudah mengikuti sekolah tatap muka. Hanya 10 persen yang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PPJ) dari rumah. Itu dipengaruhi faktor kesehatan dan tidak mendapat izin dari orang tua. Izin dari wali murid memang mutlak diperlukan. Sekolah pun tetap memfasilitasi pembelajaran secara daring. ”Karena bagaimanapun, yang paling paham kondisi anak kan orang tua,’’ papar Yusuf.
Memang masih terjadi kerumunan di halaman sekolah. Kondisi itu terjadi ketika siswa pulang sekolah. Namun, petugas sekolah cepat-cepat melakukan tindakan agar penumpukan cepat terurai.
Yusuf meminta sekolah untuk kreatif mencegah kerumunan saat jam pulang. Misalnya, siswa diberi model tanya jawab. Siswa yang bisa menjawab diperbolehkan keluar lebih dulu. Itu bisa jadi strategi sekolah agar siswa tidak keluar secara bersamaan yang dapat mengakibatkan penumpukan di halaman sekolah. ”Prinsipnya, kegiatan belajar-mengajar siswa harus dikelola secara menyenangkan,’’ jelas Yusuf.
TEMUAN PTM NORMAL HARI PERTAMA
- Masih terjadi penumpukan saat jam pulang sekolah.
- Jam masuk diatur dua gelombang karena sekolah kekurangan ruang kelas.
- 10 persen siswa masih PJJ karena belum diizinkan orang tua.
- Sekolah harus menambah bangku-kursi untuk menampung siswa.
Sumber: Reportase Jawa Pos

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
