
Photo
JawaPos.com – Jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang pulang kampung cukup banyak. Hingga akhir tahun 2021, ada 37.797 pahlawan devisa yang sudah kembali ke kampung asalnya.
Jumlah itu masih berpotensi akan bertambah. Mengingat kepulangan para pekerja migran terus berlangsung. Situasi tersebut berpotensi memicu masalah baru, yakni penambahan pengangguran.
Faktor penyebabnya beragam. Mulai ketidakmampuan mengelola keuangan hingga kesulitan untuk mengakses lapangan pekerjaan. Situasi itu kini menjadi salah satu atensi Pemprov melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim.
Kepala UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK) Disnakertrans Jatim Purwanti Utami menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menggulirkan program untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengangguran akibat kepulangan para PMI. ”Salah satunya berupa bimtek (bimbingan teknis) tentang cara pengelolaan keuangan para PMI yang baru pulang,” katanya.
Bimbingan tersebut, terang Purwanti, tidak lepas dari banyaknya PMI yang tak mampu mengelola penghasilan mereka. ”Buat beli rumah, mobil, dan benda lain yang tak bisa diputar. Akibatnya, uang mereka habis,” ujarnya.
Sejauh ini program itu menunjukkan hasil positif. Di sejumlah daerah kantong PMI, mereka kini mengalami kemajuan. Karena mampu memutar pendapatan. Seperti di wilayah Malang, Blitar, dan Tulungagung.
Selain itu, disnakertrans menggulirkan program untuk PMI bermasalah alias nonprosedural. Berupa pelatihan melalui balai latihan kerja (BLK). ”Tapi, untuk ini memang disnakertrans tak bisa jalan sendiri. Butuh koordinasi dengan banyak OPD dan perangkat daerah,” jelasnya.
Saat ini disnakertrans juga punya PR lain soal meminimalkan PMI ilegal. Sebab, potensi keberangkatan pekerja ke luar negeri lewat jalur tak resmi sangat tinggi. ”Utamanya dalam tahun-tahun ini,” ucapnya.
Kenapa? Penyebabnya, sejumlah negara yang jadi langganan jujukan para PMI asal Jatim tengah memberlakukan moratorium. Di sisi lain, kebutuhan PMI di negara tersebut masih tinggi. ”Sehingga potensi keberangkatan PMI lewat jalur tak resmi sangat tinggi,” katanya.
Jika tidak diantisipasi, ada banyak dampak negatif. Sebab, risiko bagi para PMI sangat tinggi. Selain minim perlindungan, kerap kali upah yang mereka peroleh tidak layak.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
