
Dari kiri, Lurah Ngagel Rejo Cut Wulandari dan anggota Komisi D DPDR Surabaya Herlina Harsono bersama warga MBR Indah Setyorini dan Daffa saat menjajal seragam baru dan sepatu Super sumbangan UMKM Surabaya. Frizal/JawaPos
JawaPos.com–Akhirnya, Daffa bisa kembali ke sekolah dengan seragam baru. Yang ukurannya sesuai dengan tubuhnya. Tidak kebesaran atau kekecilan. Siswa kelas 1 B SD Negeri Ngagel Rejo 5, Kecamatan Wonokromo, itu sempat tidak memiliki seragam saat pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai. Kedua orang tuanya telah menjanjikan seragam baru, tapi belum keturutan.
Tak hanya seragam, sepatu baru buatan UMKM Kota Pahlawan yang bermerek Surabaya Perkasa (Super) juga menjadi kado manis bagi Daffa dari anggota Komisi D DPDR Surabaya Herlina Harsono Njoto. Herlina mengunjungi Daffa pada Selasa (18/1) di Krukah Lama Gang II.
”Pemkot seharusnya hadir untuk keluarga Daffa. Sebab, keluarga Daffa layak masuk ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tutur Herlina.
Sayangnya, Indah Setyorini, ibu Daffa, tidak terdaftar sebagai MBR. Per bulan, Rini sapaan akrab dari Indah Setyorini bergantung pada pemasukan dari kerja serabutan setiap hari. Mulai dari memelihara ayam hingga cuci piring serta pakaian tetangga. Per ayam, Rini mendapatkan Rp 10 ribu setiap minggu. Ada tiga ayam orang lain yang dipelihara. Itu artinya, dalam sebulan, Rini mengantongi Rp 90 ribu.
Herlina mengatakan, permasalahan MBR Rini karena domisili. Pasalnya, alamat di KTP Rini masih tertera domisili lama. Yakni, di Krukah Timur, Kelurahan Barata Jaya. Sementara, Rini dan keluarganya sudah tinggal di Krukah Lama Gang II, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, sejak 20 tahun lalu.
”Solusinya pindah alamat domisili. Supaya Rini mendapatkan intervensi berupa MBR,” ucap Herlina.
Sebetulnya, Rini sudah memohon MBR di RT sesuai domisili lama. Sayang, berkali-kali Rini datang ke RT tapi tidak ada hasil. Herlina berharap, RT/RW bisa bekerja optimal dan maksimal. RT/ RW yang mengetahui kondisi warga. Bukan orang lain.
”Apabila ada warga yang seharusnya masuk MBR tapi belum masuk kasihan. Honor RT/ RW sudah naik, kerja harus makin bagus,” tambah Herlina.
Rini mengganti domisili dari Kelurahan Barata Jaya ke Kelurahan Ngagel Rejo. Perpindahan itu langsung dipandu Lurah Ngagel Rejo Cut Wulandari yang turut hadir bersama Herlina di rumah Rini.
”Semua sudah beres, termasuk permohonan masuk ke MBR. Alamat juga sedang diproses. Intinya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Herlina.
Raut wajah bahagia tak bisa ditutupi Rini. Dia merasa lega. Menurut dia, paling tidak ketika menjadi MBR ada intervensi dari pemkot yang bisa dirasakan. Salah satunya bantuan-bantuan sosial.
”Saat musim pembagian Bantuan Tunai Langsung (BLT), saya tanya. Kok tidak dapat,” ucap Indah Setyorini.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
