
Ilustrasi stunting. Dimas Pradipta/JawaPos.com
JawaPos.com- Stunting mesti menjadi atensi dalam proses tumbuh kembang anak. Pemkot Surabaya dengan berbagai cara terus berusaha ikut mengurangi angka stunting. Salah satunya, menggalakkan Jagongan Cegah Stunting (Jago Centing) di sejumlah wilayah,. Termasuk di wilayah Kecamatan Tambaksari.
Kemarin (8/11), misalna, setelah menyelenggarakan Jago Centing, Kecamatan Tambaksari bersama Kelurahan dan Puskesmas Rangkah langsung meninjau beberapa anak di Rangkah Gang Buntu I, RW 6, Kelurahan Rangkah. ”Ini tindak lanjut dari Jago Centing. Bersama kecamatan dan kelurahan home visit ke anak yang stunting,” kata petugas gizi Puskesmas Rangkah Rezita Yusrina kemarin.
Dia menjelaskan, dalam kunjungan tersebut, pihaknya tidak hanya mengukur antropometri yang meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas. Pihaknya juga memberikan intervensi langsung kepada orang tua anak stunting. ”Kami juga sampaikan soal pemberian pola makan. Sebelum kebutuhan gizi, pola makan perlu diperhatikan,” jelasnya.
Berdasar informasi, di Kelurahan Rangkah ada tujuh anak yang masuk kategori stunting. Ke depan, pihaknya rutin melakukan kunjungan untuk mengontrol tumbuh kembang anak secara langsung.
Camat Tambaksari Ridwan Mubarun mengakui, di wilayah kerjanya ada anak yang masuk kategori stunting. Dia menyebutkan, dari delapan kelurahan, sekitar 89 anak mengalami stunting. Lewat program Jago Centing, pihaknya berharap dapat menekan angka stunting. ”Kami sudah buat jagongan ketiga ini di Rangkah. Kurang lima kelurahan. Tapi, narasi sepenuhnya tersampaikan,” ujarnya.
Ridwan mengungkapkan, berdasar hasil pertemuan dengan Kelurahan Rangkah, dua program harus dijalankan untuk menekan angka stunting. Pertama, forum pimpinan kelurahan sepakat membentuk posko gizi di kantor kelurahan. Kedua, kelurahan bakal membentuk tim pendampingan anak-anak kategori stunting. Namanya tim Pesut yang terdiri atas pendamping gizi, petugas RW, dan kader posyandu. ”Posko itu nanti memasak makanan bergizi untuk anak stunting. Nanti dikirimkan ke rumah langsung didampingi sama tim Pesut,” jelasnya.
Dia menyatakan, hasil Jago Centing di setiap kelurahan tentu berbeda-beda karena menyesuaikan pembacaan dan pembahasan lingkungan. ”Di Pacar Kembang, misalnya, hanya buat Desi Unting, dapur gizi untuk stunting. Jadi, menyesuaikan kondisi,” ungkapnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
