
ANTISIPASI: Heri Agus Priatin, salah seorang petugas jaga rumah pompa di underpass bundaran Satelit, melakukan pemantauan rutin, Selasa (4/10). (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com- Beberapa hari terakhir hujan deras mengguyur Surabaya. Kondisi itu membuat debit air di saluran dan sungai meningkat. Rumah Pompa Greges, misalnya. Kemarin (15/9) debit air naik mencapai 200 sentimeter. Untuk mencegah terjadinya luapan, seluruh mesin pompa dioperasikan secara maksimal.
Operator Rumah Pompa Greges Darmuji mengatakan, dari enam mesin pompa, lima unit mesin dioperasikan selama 24 jam. Sebab, satu mesin pompa tengah diperbaiki. Secepat-cepatnya air dipompa dari sungai menuju boezem Morokrembangan.
Rumah Pompa Greges merupakan titik sentral pertemuan aliran sungai dari berbagai wilayah. Yaitu, Asemrowo, Petemon, Sawahan, dan Surabaya Barat. Walaupun kondisinya belum kembali normal, lanjut Darmuji, debit telah menurun.
Hingga Rabu (15/9) sore, ketinggiannya turun pada titik 100 sentimeter. ”Seluruh mesin (pompa, Red) dimaksimalkan. Begitu juga alat pembersih sampah. Kami terus operasikan,” kata Darmuji.
Tumpukan sampah sempat menyelimuti rumah pompa. Guna mencegah terjadinya penumpukan, selain menggunakan mesin, pembersihan sampah dilakukan secara manual oleh petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya.
Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Arif Rusman mengatakan, memasuki musim hujan, volume sampah di Rumah Pompa Greges naik drastis. Biasanya dalam sehari hanya mengangkut 2 ton sampah, pada Rabu (15/9) volume sampah mencapai 20 ton. Guna mempercepat pembersihan, jumlah personel ditambah.
Untuk mencegah terjadinya banjir, pembersihan sampai pada saluran air juga menjadi fokus perhatiannya. Pembersihan dilakukan secara manual hingga menggunakan alat berat. Sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
